Delia Mustikasari / PT. Media Nusa Pradana
Ketua Umum PB Perbasasi Gugun Yudinar (Kanan) didampingi ketua panitia 10th Asean Womens Softball Championship 2010 Kikik Lukman tengah memberikan keterangan pers tentang kejuaraan yang akan dihelat besok, Kamis (29/7) di Senayan, Jakarta
Jurnas.com | LOLOS kualifikasi Asian Games bukan berarti langkah menuju kesana mudah.Pengurus Besar Persatuan Bisbol dan Sofbol Seluruh Indonesia (Perbasasi) masih menunggu kepastian dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) apakah bisa ikut serta di ajang Asian Games XVI/Guangzhou, China 2010 sebelum entry by name didaftarkan paling lambat 1 Agustus mendatang.
Sebelumnya Indonesia yang diwakili tim putri berhasil lolos masuk kualifikasi Asian Games setelah di Asian Cup berhasil masuk ke peringkat lima. "Ini adalah kali pertama Indonesia berhasil lolos ke Asian Games setelah penantian selama 45 tahun. Tentu momen tersebut sayang untuk dilewatkan. Sampai sekarang kami masih terus menunggu keputusan dari satuan pelaksana Program Indonesia Emas (satlak prima) dan berangkat dengan biaya sendiri," kata Ketua Umum PB Perbasasi Gugun Yudinar saat Konferensi Pers 10th ASEAN Women Softball Championship 2010 di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Rabu (28/7).
Untuk itu dia berharap KONI dapat segera menindaklanjuti keputusan pengiriman tim sofbol ini karena pada prinsipnya KONI menyetujui apa yang ditawarkan Perbasasi. Indonesia adalah salah satu negara yang menggagas ulang agar kejuaraan ini bisa kembali diadakan.
"Kami ingin olahraga sofbol di kawasan ASEAN bisa dihidupkan kembali. Saat pertama kali dihelat di Manila (Filipina) tim putri diikuti empat negara sementara tim putra diikuti oleh tiga negara peserta," terang Gugun. Berbicara soal peluang medali pria asal Bandung ini mengatakan kemungkinan cukup berat. Sebab ajang ini hanya akan dijadikan uji coba sebelum tampil di SEA Games karena disanalah tim Indonesia berharap meraih medali apalagi Filipina dan Singapura ikut tampil."
Di 10th ASEAN Women Softball Championship 2010 yang akan digelar di lapangan Sofbol Cemara 3, Senayan, Jakarta pada 29 Juli-1 Agustus ini tuan rumah Indonesia menurunkan dua tim putri, yaitu tim Indonesia Merah dan Indonesia Putih.
Mereka akan bersaing dengan Thailand, Filipina, Malaysia dan Singapura. "Tim merah adalah tim utama yang didapat dari hasil seleksi. Sementara tim putih merupakan pelapis dimana 80 persen diantaranya merupakan pemain muda. Jika mendapat hasil yang baik kemungkinan mereka bisa menjadi pemain cadangan," ucap Gugun.
Untuk jangka panjang Gugun menyoroti kualitas pembinaan di Tanah Air. "Saat ini pembinaan kita jalan di tempat karena terkendala masalah finansial. Singapura saja sudah melakukan langkah dengan pembinaan bersama China bahkan mereka melakukan naturalisasi pemainnya."