TOSHIFUMI KITAMURA / AFP
Bandara UPT (Unik Pelaksana Teknis) Kemehub Radin Inten II, Bandar Lampung menjadi objek uji coba perdana program hemat energi ini.
Jurnas.com | DIREKTUR Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Herry Bakti S Gumay mengakui perlunya penghematan energi listrik di sektor perhubungan udara. Karena itu, saat ini mulai dilakukan uji coba energi alternatif solar cell untuk memenuhi kebutuhan listrik di bandara.
Bandara UPT (Unik Pelaksana Teknis) Kemehub Radin Inten II, Bandar Lampung menjadi objek uji coba perdana program hemat energi ini. "Ini karena, diharapkan bandara-bandara yang ada, termasuk ini (Radin Inten II)) menjadi bandara berkonsep eco airport," kata Herry kepada wartawan usai penanaman pohon di lingkungan Bandara Radin Inten II dalam Peringatan Hari Bumi, di Bandar Lampung, Rabu (7/12).
Hal ini dilakukan, tuturnya, demi mendukung penghematan serta mengurangi pencemaran udara di wilayah bandar udara. Sebab, emisi CO2 di bandara menyumbang pencemaran alam sebesar 2 persen. Karena itulah pengembangn konsep bandara ramah lingkungan diharap menjadi solusi tepat.
"Konsep eco airport itu ya bagaiman supaya di bandara gas emisi berkurang, energi hemat, dan yang jelas lebih banyak pohon-pohon ini," ucap Herry. Karena itu, diharapkan program eco airport dapat berjalan berdasarkan tiga hal. Yaitu, bandara dapat memberi kesejahteraan bagi masyarakat, mengurangi emisi CO2, dan efisiensi resources melalui reuse, reduce, dan recycle.