AL BELLO / AFP
Petinju Puerto Riko, Miguel Cotto (kanan) sukses mempertahankan sabuk juara kelas menengah super WBA setelah menang TKO atas Antonio Margarito (Meksiko) di Madison Square Garden, New York, Minggu (4/12).
Jurnas.com | PETINJU Puerto Riko, Miguel Cotto berhasil menuntaskan dendam lamanya atas musuh bebuyutannya dari Meksiko, Antonio Margarito. Tiga tahun lalu, Cotto bertekuk lutut dari Margarito dan kini ganti Cotto yang melakukannya untuk mempertahankan sabuk juara dunia kelas menengah super WBA.
Dalam duel keras yang digelar di Madison Square Garden, New York, Sabtu (3/12) malam waktu setempat atau Minggu pagi WIB, wasit Steve Smogner terpaksa menghentikan pertarungan kedua petinju pada ronde ke-10 ketika ia melihat Margarito sudah mampu lagi meneruskan laga.
Ini lantaran mata kanan Margarito terus mengeluarkan darah setelah dihajar habis-habisan oleh Cotto sepanjang pertarungan. Padahal, indera penglihatannya itu pada tahun lalu baru selesai menjalani operasi setelah juga nyaris buta dihajar petinju Filipina Manny Pacquiao dalam pertarungan perebutan sabuk.
Meski wasit sudah meminta agar pertarungan dihentikan, namun Margarito ngotot sebaliknya karena ia merasa masih mampu menyelesaikan laga hingga tuntas 12 ronde. “Mata Margarito sudah nyaris tertutup. Itu alasan saya meminta wasit agar segera menghentikan pertarungan,” kata Barry Jordan, dokter pertandingan yang sempat memeriksa kondisi mata Margarito sebelum akhirnya meminta wasit menyudahi laga.
Jordan menjelaskan, kelopak mata Margarita jelas-jelas menutup sejak ronde ketiga berjalan. “Ia sudah tidak bisa melihat lagi. Saya kira itu sangat berbahaya buatnya untuk meneruskan pertandingan hingga tuntas,” kata Jordan lagi.
Ketika laga dihentikan, Cotto berada di atas angin, saat ketiga juri memberikan keunggulan 89-92 untuk dirinya. “Ia tidak ada apa-apanya buat saya. Saya begitu menikmati kemenangan ini,” kata petinju yang telah mengoleksi 37 kali kemenangan, dua di antaranya dengan knocked out (KO) dan dua kali kalah.
Margarito justru menyalahkan perangkat pertandingan yang sengaja menghentikan duelnya melawan Cotto. “Mereka sengaja melindungi Cotto karena saya sudah unggul lebih dulu. Saya berhasil melukai Cotto dan pukulannya tidak terasa ke tubuh saya,” kata Margarito. Reuters