TOM MIHALEK / AFP
Legenda tinju Joe Frazier wafat dalam usia 67 tahun setelah berjuang melawan kanker liver yang diidapnya.
Jurnas.com | JOE Frazier, juara dunia tinju kelas berat yang merupakan musuh bebuyutan Muhammad Ali di atas ring tinju mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 67 tahun di Philadelphia, Senin (7/11) waktu setempat atau Selasa (8/11) WIB.
Kabar mengejutkan ini diumumkan Leslie Wolff, manajer pribadi petinju yang dijuluki Smokin’ Joe karena kegemarannya merokok. Menurut Wolff, Joe akhirnya harus menyerah setelah selama sebulan terakhir bertarung melawan kanker liver yang dideritanya.
Juara Olimpiade 1964 itu menjadi petinju pertama yang mampu menganvaskan Ali. Persaingan keduanya untuk mempertahankan sabuk juara kelas berat menjadi salah satu legenda tersendiri dalam sejarah tinju di jagat raya.
Frazier pernah tiga kali melawan Ali pada era 1970-an. Laga pertama yang digelar di Madison Square Garden, New York, 8 Maret 1971 dimenangkan Frazier dengan TKO. Pada laga ini, Frazier sempat membuat Ali “Si Mulut Besar” mencium kanvas pada ronde ke-15. Laga kedua di tempat yang sama pada 28 Januari 1974 dimenangi Ali.
Kemudian pada laga ketiga Frazier-Ali di Manila pada 1 Oktober 1975 kembali dimenangi Ali. Laga bertajuk Thrilla in Manila ini dsebut-sebut sebagai duel tinju terbaik sepanjang sejarah.
Ali yang mengetahui Frazier telah wafat, tidak mampu menyembunyikan dukanya. Meski keduanya bersaing di atas ring tinju, namun Ali begitu menghormati Frazier. “Saya selalu mendoakan Joe agar dia lekas sembuh,” kata Ali dalam sebuah acara TV beberapa waktu lalu.
Ketika diwawancarai New York Times pada 2006 lalu, Frazier pernah mengungkapkan bahwa Ali banyak berjasa pada dirinya. “Ali selalu bilang pada ia banyak berjasa pada saya. Namun, akan seperti apa ia kalau tidak ada saya,” kata Frazier mendapat panggilan Uncle Tom dari Ali. Reuters/AP