Dananjoyo Kusumo / Jurnal Nasional
Jangan bawa dananya ke luar negeri.
Jurnas.com | PT Bank Negara Indonesia mengambil langkah antisipasi terhadap gangguan krisis utang Eropa. Bank plat merah ini telah menghentikan pemberian kredit perusahaan yang menggunakan mata uang asing (valas).
“Untuk kinerja kredit khusus valas sudah kami hentikan sejak September 2011 lalu. Kalau plafon kreditnya sudah ada dan tinggal pencairan, kami akan tetap kasih. Tapi tidak untuk kredit baru,” ujar Direktur Utama BBNI, Gatot M Suwondo, di Jakarta, Kamis (27/10).
BNI juga memperketat kinerja bisnis trade finance, khususnya untuk ekspor ke negara-negara Eropa. Kebijakan pembatasan akan terus dijalankan selama situasi di Eropa dan Amerika Serikat (AS) belum ada perbaikan signifikan.
Untuk nasabah dalam negeri, Gatot mengimbau agar tidak gampang panik dengan situasi global. Gatot berharap seluruh nasabah dapat menambah kepercayaannya terhadap mata uang rupiah dengan tetap menempatkan dananya di dalam negeri.
“Cintailah rupiah. Percayalah pada rupiah. Jangan bawa dananya ke luar negeri. Tempatkan saja di dalam negeri. Itu salah satu benteng ampuh bagi kita untuk menghadapi krisis utang di Eropa,” kata Gatot.