Jurnas.com | SIMPATI dan dukungan untuk Dewey Bozella (52), pendatang baru di arena tinju internasional, terus mengalir hingga Presiden AS Barack Obama. Doa kemenangan dari Obama melalui sambungan telepon, Kamis (13/10), untuk Bozella pun terwujud.
Kemenangan Bozella atas Larry Hopkins (30), Sabtu, menuai banyak decak kagum dan ucapan selamat. Betapa tidak, perjalanan Bozella hingga jadi petinju profesional bukan perjalanan instan.
Sebelumnya, ia harus melalui masa hukuman penjara terlebih dulu selama 26 tahun di LP Sing Sing, New York, AS. Vonis tersebut diterimanya atas tuduhan pembunuhan terhadap Emma Crapser (92) yang tak dilakukan Bozella. "Saya biasa berbaring di sel, membayangkan ini akan terjadi... Benar-benar mimpi jadi kenyataan," kata petinju yang keluar dari penjara sejak 2009 silam.
Debut karir Bozella berawal sebagai petinju amatir pada sebuah nomor tambahan kejuaraan dunia antara juara kelas berat ringan Bernard Hopkins dan Chad Dawson di Los Angeles, AS.
Selama menjalani hidup dengan status narapidana, bukannya membuat Bozella terpuruk, ia justru cemerlang. Selain memantapkan bakal tinju, ia bahkan sukses meraih dua gelar sarjana.
Memang menjadi takdirnya bertemu Oscar De La Hoya, promotor Golden Boy Promotion. Promotor tinju kenamaan itulah yang memasangkan Bozella duel dengan Hopkins, di stadion Staples Center berkapasitas 20.000 orang.
Mimpi selanjutnya, Bozella ingin kembali ke Newburgh, sekitar 90 km dari New York, dan mendirikan pusat latihan tinju. "Saya ingin lihat anak-anak di jalanan bisa melakukan sesuatu yang produktif. Saya tidak akan bertinju lagi," ucap dia.
BBC