berita
secepat
peristiwa

Ekonomi
Ekonomi
Logo
Jakarta | Monday, 11 July 2011 | Taufan Sukma Abdi Putra | 0 komentar | A | A | A
TLKM: Telkomsel Dulu, StarOne Kemudian
Vega Aulia Pradipta / PT. Media Nusa Pradana
Dalam waktu dekat TLKM akan mulai pembicaraan dengan pihak Indosat terkait minat mereka.

Jurnas.com | UNTUK kesekian kalinya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menyatakan ketertarikannya untuk mengakuisisi layanan StarOne milik PT Indosat Tbk (ISAT). Namun demikian, pihak TLKM menyatakan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah proses buyback (pembelian kembali) saham PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan beberapa waktu lalu.

“Kami nyatakan bahwa kami tertarik terhadap StarOne. Dalam waktu dekat kami akan mulai pembicaraan dengan pihak Indosat terkait minat mereka, apakah gabung (merger) atau seperti apa. Kan belum tentu juga mereka bersedia. Namun saya pastikan bahwa fokus utama kami adalah (proses buyback) Telkomsel, baru kemudian StaOne,” ujar Direktur Utama TLKM, Rinaldi Firmansyah, di Jakarta, Senin (11/7).

Skala prioritas tersebut, menurut Rinaldi, karena memang secara pangsa pasar telekomunikasi, Telkomsel lebih menjanjikan keuntungan dibanding StarOne.

Sebagaimana diketahui, sudah cukup lama pihak TLKM menyatakan tertarik untuk mengakuisisi StarOne. Bersama dengan target perusahaan-perusahaan lain yang ingin diakuisi, pihak TLKM pernah menyatakan telah menyiapkan dana sekitar Rp1 triliun yang bila dibutuhkan masih akan bisa ditingkatkan hingga mencapai Rp4 triliun guna memuluskan langkah akuisisi. TLKM bahkan mengaku tak gentar meski banyak pihak meramalkan bahwa bisnis layanan operator fixed wireless access (FWA) serupa StarOne ke depan tidak menjanjikan.

“Siapa bilang (tidak menjanjikan). Kami bisa saja gabungkan dengan Telkom Flexi. Tinggal kami urus saja masalah perijinan frekuensinya pada menteri terkait. Itu semua bisa dilakukan. Jadi jangan dianggap satu (Flexi) tambah satu (StarOne) selalu dua. Bisa saja dia membesar jadi tiga,” jawab Rinaldi diplomatis.

 
PrintPrint

Alternative content

Get Adobe Flash player

Pilihan Redaksi
Ekonomi | Ekonomi
Jakarta | Tue, 15 May 2012
Jakarta | Tue, 15 May 2012