Wienda Parwitasari / Jurnal Nasional
Kitaro berharap setelah kejadian ini umat manusia bisa memberikan dukungan tanpa pandang bulu.
Jurnas.com | MUSISI kelas dunia Masanori Takahashi atau yang dikenal dengan nama Kitaro, mengakui perasaan dan pikirannya sedikit bingung dengan apa yang terjadi di Jepang, negara kelahirannya.
Kitaro yang ditemui dalam konferensi pers di Depok sebelum pertunjukan "Kitaro World Tour 2011" yang rencananya digelar besok, Kamis (7/4), mengatakan ada rasa trauma ketika mengetahui Jepang dilanda bencana tsunami.
"Kepala saya rasanya sedikit aneh, karena saya punya pengalaman lain yang sama. Seperti pada saat kejadian 9/11, saat World Trade Center di New York," kata Kitaro kepada wartawan, Rabu (6/4).
Kitaro, musisi berusia 58 tahun, menambahkan sebelum tsunami menimpa Jepang dirinya banyak tersenyum. Namun tidak setelahnya. "Kejadian yang menimpa Jepang sangat menyedihkan." Pria yang kesohor dengan lagu 'Matsuri' ini mengingatkan bahwa alam tidak bisa dilawan oleh manusia. Kita harus bisa hidup berdampingan dengan alam. Manusia, tambahnya, memang banyak menciptakan kreasi termasuk gedung-gedung di antaranya.
"Tapi, kebanyakan ilmuwan tidak mengetahui apa yang ada di dalam laut. Air memiliki kekuatan yang luar biasa, tapi kita tidak tahu seberapa hebat kekuatan itu," katanya. "Kita juga tidak tahu seberapa dalam planet Bumi ini. Kita tidak bisa menyelaminya," ujarnya lebih jauh. Dia berharap setelah kejadian yang menimpa Jepang, umat manusia bisa memberikan dukungan tanpa pandang bulu siapa atau berasal dari mana mereka.
"Saling tersenyum dan memikirkan orang lain akan membuat sebuah harmoni dan komunikasi untuk perubahan dunia," ujarnya.