Jurnas.com | TEGANG dan Serius. Begitulah ekspresi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat bersama sekitar 200 orang menyaksikan pertandingan sepakbola AFF Suzuki Cup antara Timnas Indonesia melawan Thailand lewat layar kaca di Gedung Konperensi Istana Kepresidenan Tampaksiring, Gianyar Bali, Selasa malam, 7/12.
Lain halnya dengan Ibu Negara yang nampak santai dan ekspresif saat menyaksikan momen-momen menegangkan. Sementara, sekitar 200 orang undangan nampak meriah dengan tepukan dan teriakan, walau sebelumnya ada himbauan untuk tidak gaduh.
Ketegangan Presiden dipicu oleh tekanan yang bertubi-tubi oleh Tim Thailand terhadap gawang Tim Indonesia yang dijaga Markus Harison, terutama di babak pertama
Kegesitan, kecepatan dan kepintaran dalam perebutan bola menjadi kekuatan Tim negeri gajah tersebut. Serangan yang dilakukan Indonesia sebetulnya beberapa kali mengancam gawang Thailand, namun selalu gagal saat eksekusi terakhir di depan gawang Thailand.
Ketegangan Presiden memuncak saat di menit 69, gawang Indonesia berhasil dibobol penyerang Suree Suka. Namun sedikit mencair saat Bambang Pamungkas berhasil menyamakan kedudukan dengan mengeksekusi tendangan pinalti di menit ke 79 dan dilanjutkan gol ke dua, juga melalui tendangan pinalti.
Sesaat usai gol kedua untuk Indonesia, Presiden sempat melihat ke arah penonton dan mengangkat jempolnya.
Pertandingan pun usai dan dimenangkan Tim Nasional Indonesia dengan skor 2-1. Dalam perjalanan menuju peristirahatan, Presiden nampak sumringah. "Tetap semangat dan tak terkalahkan, "kata Staf khusus Presiden Andi Arif menirukan komentar singkat Presiden
Nampak ikut nonton bareng bersama Presiden dan Ibu Negara, Menkopolkam Joko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menpora Andi A Mallarangeng, Panglima TNI Marsekal Agus Suhartono dan Kapolri Komjen Timur Pradopo serta beberapa staf khusus Presiden.
Selain itu, juga ikut nonton dari unsur Muspida Bali, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, wartawan istana kepresidenan dan beberapa wartawan lokal, perwakilan klub sepakbola setempat, pecinta sepakbola, paspampres serta staf protokol Kepresidenan.
Namun Gubernur Bali dan Menteri Kehutanan Zulkiffli Hassan yang juga diundang, tidak hadir.