Indonesia Akan Berpartisipasi pada Pameran Teknologi di Australia

Andi Mardana | Kamis, 10/05/2018 09:05 WIB

Diharapkan tercipta transaksi bisnis, terjalinnya kerjasama atau kolaborasi dengan industri teknologi internasional. Press conference Archipelageek CeBIT Australia 2018 di gedung Filateli Jakarta, Rabu (9/5).(Foto : Istimewa)

Jakarta - Untuk meningkatkan pertumbuhan ekosistem subsektor aplikasi di Indonesia tahun ini Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali berpartisipasi dalam pameran dan konferensi teknologi B2B terbesar dan terlama yang diselenggarakan di kawasan Asia Pasifik, Centrum fur Buroautomation, Informationstechnologie und Telekomunikation (CeBIT).

Acara ini mempertemukan para professional di bidang teknologi dan mengusung tema “The Future of Business Technology” yang diselenggarakan pada 15-17 Mei 2018. Pelaksanaan CeBIT ke-17 kalinya ini akan berlokasi di International Convention Centre Sydney, Darling Harbour, Australia.

"Bekraf dalam hal ini Deputi Pemasaran dan Deputi Infrastruktur bekerjasama dengan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Sydney menyediakan paviliun Indonesia berjudul Archipelageek bagi para delegasi," ujar Joshua Puji Mulia Simandjuntak, Deputi IV Bidang Pemasaran Bekraf di Jakarta, Rabu (9/5).

Menurut Joshua dari kegiatan ini diharapkan tercipta transaksi bisnis, terjalinnya kerjasama atau kolaborasi dengan industri teknologi internasional, dan peluang-peluang lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan ekosistem subsektor aplikasi di Indonesia.

Baca juga :

Selain mengikuti pameran di CeBIT para peserta juga direncanakan melakukan business matching dengan pelaku bisnis daerah setempat yang telah diseleksi oleh pemerintah New South Wales (NSW), Australia. Para delegasi juga akan diberikan pembekalan mengenai kesempatan Startup & Fintech Indonesia untuk memasuki pasar Australia.

Menempati Hall 3 E6, paviliun Indonesia diwakili oleh Squline, Medico, 8Villages Indonesia, Nicslab, Yava-Solusi 247, Jojonomic, Ukirama, dan Metabuilders (Merakyat.co). Para delegasi terpilih ini merupakan hasil penilaian para kurator yang terdiri dari Direktu Fasilitasi TIK Bekraf Muhammad Neil El Himam, Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bekraf Boni Pudjianto, Kepala ITPC Sydney Agung Haris Setiawan, Founder & Chief Executive DailySosial.id Rama Mamuaya, dan Founder Indonesian Android Community Agus Hamonangan.

Tim kurator telah melakukan penilaian terhadap 30 peserta yang mendaftar dalam open call yang dibuka pada 1 Feburari - 22 Maret 2018. Kurasi dilakukan dalam dua tahap yaitu 28 Maret hingga akhirnya terpilih 16 peserta lolos ke tahap kurasi kedua yakni 2 April 2018, lalu delapan peserta terpilih untuk dikirim ke Australia.

TAGS : Bekraf teknologi pameran bisnis B2B