pencarian berita:
Jurnal Nasional - Selasa, 09 Juli 2013 halaman 9
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Bentrok Mesir Tewaskan 42 Orang
Kairo | Selasa, 09 Juli 2013
Rihad Wiranto

KEMENTERIAN Kesehatan Mesir pada Senin (8/7) secara resmi melaporkan korban tewas meningkat menjadi 42 orang dan 322 orang terluka akibat bentrokan di Garda Republik, tempat presiden terguling Mohamed Moursi ditahan.

Para korban tewas dan terluka itu kini mendapat perawatan darurat di beberapa rumah sakit Kairo, seperti Rumah Sakit Rabiah Adawiyah, RS Taamin Al Sihhi, dan RS Moqawolun, kata Kepala Satuan Ambulans Kementerian Kesehatan, Mohamed Soltan, demikian laporan Antara dari Kairo, Senin.

Seorang perwira tentara juga dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut. Bentrokan tersebut terjadi di Garda Republik pada Senin pagi usai shalat subuh antara pengunjuk rasa pendukung Moursi dengan tentara yang mengawal tempat Moursi ditahan tersebut.

Letak Garda Republik sekitar tiga kilometer dari Bundaran Masjid Rabiah Adawiyah, tempat konsentrasi massa Ikhwanul Muslimin pendukung Moursi.

Seorang saksi mata dari Ikhwanul Muslimin mengatakan pada BBC bahwa tentara menggunakan peluru tajam untuk membubarkan massa di wilayah Kota Nasr.

Puluhan orang terluka dan dibawa ke rumah sakit darurat.

Moursi, presiden Islamis pertama Mesir, dikudeta oleh militer pekan lalu pasca-demonstrasi massal menentang kepemimpinannya.

Saksi mata mengatakan pasukan militer membubarkan aksi di luar gedung Garda Kepresidenan, tempat Moursi diduga ditahan, sekitar pukul 04:00 waktu setempat (08:00 WIB) saat para demonstran sedang melakukan shalat Subuh.

Media Mesir melaporkan bahwa pasukan militer dan polisi melepaskan tembakan ke arah kelompok demonstran yang hendak memanjat dinding bangunan. Juru bicara Ikhwanul Muslimin Mostafa el-Khatib mengatakan pada wartawan BBC Ahmed Maher di Kairo bahwa ia melihat tujuh jenazah di rumah sakit dengan luka tembak di dada dan kepala.

Ikhwanul Muslimin dan Angkatan Bersenjata saling menuduh mengenai pemicu bentrokan itu. "Kami diserang usai shalat Subuh, bahkan ada yang masih sedang menjalankan ibadah Subuh," kata Mohamed Beltaghi, petinggi Ikhwanul Muslimin.

Sebaliknya, tentara mengatakan mereka melepaskan tembakan gas air mata setelah diserang oleh pengunjuk rasa.

Beltaghi mengatakan, serangan awal terhadap mereka dimulai dengan tembakan gas air mata yang sangat tebal, kemudian disusul serentetan tembakan sejata api. Oposisi dari Gerakan 6 April menyatakan belasungkawa atas tragedi tersebut.

Menanggapi penembakan itu, Partai Annur, sayap politik Gerakan Islam Salafi -- yang mendukung kudeta militer pelengseran Presiden Moursi -- menyatakan menarik diri dari dialog untuk pembentukan kabinet transisi.

Presiden transisi Adly Mansour sedang melakukan pendekatan dengan berbagai kekuatan politik untuk pembentukan kabinet transisi yang sedianya diumumkan Senin. Namun, Juru Bicara Presiden Transisi, Ahmed Al Mosalamani mengatakan belum ada jadwal pasti mengenai pengumuman kabinet transisi itu. n BBC/Ant

close
Kairo

Tentara diduga menggunakan peluru tajam untuk membubarkan massa.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana