pencarian berita:
Jurnal Nasional - Kamis, 23 Mei 2013 halaman 8
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Proyek Kereta Bandara: Tiga Kelurahan Terancam Tergusur
 | Kamis, 23 Mei 2013

Tangerang Jurnal Nasional

PEMERINTAH daerah setempat belum membebaskan lahan seluas 36 hektare untuk proyek pembangunan jalur kereta rute terminal Poris Plawad menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Jalur kereta bandara sepanjang 21,6 kilometer yang direncanakan dikerjakan tahun depan ini masih ditempati warga dari tiga kelurahan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Yayan Sofyan mengatakan, terkait perencanaan pembangunan kereta api bandara, tim pembebasan lahan dipimpin oleh Asisten Daerah (Asda) I Pemerintah Provinsi Banten. Survei sudah dilaklukan, namun lahan seluas 36 hektare itu belum dibebaskan.

Tim survei itu terdiri dari semua komponen, termasuk Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Pusat serta pihak bandara. "Lahan seluas 36 hektare yang terebentang mulai dari terminal Poris Plawad (Batu Ceper) hingga pintu timur M1 bandara itu nanti akan dibangun jalur kereta bandara," kata Yayan kepada Jurnal Nasional, Rabu (22/5).

Dikatakan, pembebasan lahan itu berada di pihak Provinsi Banten. Pemerintah Kota Tangerang hanya memetakan trase (rute) jalur kereta bandara. Sedangkan pembangunan dan kebijakannya berada di tangan Pemerintah Pusat.

Saat ini proyek tersebut masih berkutat pada proses pemataan. Rencana, pekan depan digelar sosialisasi kepada warga yang tanah dan bangunan rumahnya akan terkena pembebasan. "Ada tiga kelurahan yang menjadi lokasi pembebasan lahan. Juni depan, Kelurahan Poris Plawad, Batu Jaya dan Blendung akan dibebaskan. Respons masyarakat: tidak ada masalah," kata Sofyan.

Sofyan menambahkan, trase awal proyek kereta api dari Poris Plawad menuju bandara melewati kantor Pusat Pemerintah (Puspem) Kota Tangerang dan Balai Kota Tangerang. Namun, Wali Kota Tangerang Wahidin Halim menolak trase yang diusulkan Pemerintah Pusat, sehingga dialihkan ke permukiman padat penduduk--melewati tiga kelurahan. Proyek pembangunan kereta bandara awalnya dari Mangarai-Poris Plawad-Bandara. "Tahun 2014 proyek kereta bandara harus mulai dikerjakan," kata Sofyan.

Dalam proyek itu nanti, lanjut Sofyan, juga akan dibangun terminal terpadu Poris Plawad yang berdampingan dengan stasiun Poris Plawad. Kawasan terminal terpadu akan didukung pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan sebagai tempat bagi calon penumpang pesawat menikmati waktu sejenak sebelum menuju bandara dengan menggunakan kereta. "Program ini harus dikerjakan. Kereta bandara tidak hanya menguntungkan pemda, melainkan juga masyarakat," kata Sofyan.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Fatchulhadi, mengatakan, terminal dan stasiun tersebut nanti akan diperluas dan dilengkapi park and ride. Ini penting untuk mengantisipasi penumpang yang hendak memanfaatkan kereta dari Tangerang menuju bandara, atau mengantisipasi kemungkinan adanya pertambahan penumpang Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Way (APTB) Jabodetabek busline. "Nanti kami juga akan membangun jembatan penghubung dari terminal Poris Plawad sampai stasiun Poris Plawad," kata Fachulhadi.

Kontruksi rel ganda kereta api menuju Bandara Soekarno-Hatta dari Tangerang nanti dibangun di jalur bawah tanah, sedangkan kereta berjalan di bawah permukaan tanah (subway). Pembangunan jalur rel bawah tanah berada di bawah pintu masuk M 1 bandara udara international itu. "Usai melalui subway, kereta kemudian tembus ke permukaan, lalu menuju stasiun kereta yang terkoneksi ke terminal I dan terminal II bandara," kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura II, Trisno Heriyadi kepada Jurnal Nasional, beberapa waktu lalu. n Sabaruddin

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana