pencarian berita:
Jurnal Nasional - Senin, 22 April 2013 halaman 8
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Daftar Calon Legislatif DPRD DKI: KUOTA PEREMPUAN LEBIH, PENEMPATAN BERMASALAH
 | Senin, 22 April 2013
Fauzan Hilal
Fauzan Hila

Jakarta Jurnal Nasional

KEWAJIBAN memenuhi kuota 30 persen bagi partai sebagai syarat mengikuti Pemilihan Legislatif (Pileg) tingkat Provinsi DKI Jakarta dipenuhi oleh semua partai peserta Pileg. Namun, persyaratan penempatan perempuan di nomor urut bermasalah.

Hal itu terungkap dari daftar calon sementara yang didaftarkan sejumlah partai di KPUD DKI, Minggu (21/4). Setidaknya, sudah ada lima partai menyerahkan daftar calon sementara legislatif DPRD DKI Jakarta. Yakni: PKS, PBB, PKB, Gerindra dan Golkar.

Banyak partai tidak menempatkan keterwakilan perempuan di setiap tiga nomor urut. “Seharusnya tiap tiga nomor urut ada perwakilan perempuan. Misalnya, nomor 1 dan 2 pria, nomor 3 perempuan, dan seterusnya. Pokoknya, tiap tiga nomor urut harus ada perempuan. Ini yang ada masalah,‘ kata Anggota KPUD DKI Aminullah, Minggu (21/4).

Diungkapkan, partai yang belum memenuhi syarat itu diberi waktu 14 hari sejak surat hasil verifikasi KPUD disampaikan untuk memperbaiki daftar calegnya. “Kami akan verifikasi semua selama 14 hari. Kemudian, hasilnya akan kami beritahu kepada semua partai. Semua kekurangan harus diperbaiki selama 14 hari sejak surat diberikan,‘ ujarnya.

Ketua DPD DKI Partai Gerindra M Taufik mengatakan, pihaknya menyerahkan 106 caleg. Komposisi: 60 persen dari masyarakat, dan 40 persen dari struktur partai. Sebanyak 90 persen diisi generasi muda di bawah 40 tahun.

Caleg yang didaftarkan pada KPU Provinsi DKI Jakarta juga termasuk enam anggota DPRD Fraksi Gerindra. "Mereka semua turut mendaftar. Keenam anggota dewan di DPRD DKI juga masuk dalam daftar caleg," ujarnya.

Taufik mengungkapkan, Gerindra menargetkan 22 kursi dari 106 kursi yang diperebutkan. "Target 2014, kami raih 22 kursi. Saya minta seluruh caleg mulai menyosialisasikan dirinya kepada masyarakat. Nomor urut tidak menentukan terpilih atau tidak terpilihnya caleg. Yang menentukan justru adalah upaya keras caleg dalam menyosialisasikan diri dan memperkenalkan Gerindra di masyarakat," katanya.

Dari hasil pemeriksaan berkas caleg, daerah pemilihan (Dapil) 5 Gerindra belum memenuhi syarat. Nomor urut 7-9 semua laki-laki. Seharusnya, diisi oleh satu perempuan. “Itu sudah saya perbaiki dengan tulisan tangan dan ditandatangani bersama Sekjen,‘ katanya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI sekaligus Wakil Ketua DPD DKI Partai Golkar Ashraf Ali mengatakan, pihaknya membawa berkas caleg sebanyak 106 orang. Rata-rata setiap daerah pemilihan (dapil) dicalonkan 10 orang.

"Caleg yang paling banyak, ada di wilayah Jakarta Timir, karena ada tiga dapil. Ada 30 caleg di kawasan tersebut. Untuk kuota perempuan sudah melebihi ketentuan, yaitu 32 persen," kata Ashraf.

Dari 106 caleg yang didaftarkan, caleg perempuan mencapai 32 persen. Sebanyak 70 persen dari total caleg yang didaftarkan berasal dari generasi muda, yaitu berumur di bawah 50 tahun. Sebanyak 30 persennya adalah politisi senior yang telah berkecimpung, baik di dunia perpolitikan maupun dalam DPRD DKI Jakarta.

Dari tujuh anggota DPRD DKI asal Fraksi Golkar, hanya dua yang tidak mendaftarkan diri. Yaitu: Prya Ramadhani dan Inggard Joshua. Priya tidak mendaftarkan diri sebagai caleg dengan alasan memberikan kesempatan dan peluang sebesar-besarnya kepada generasi muda untuk mencicipi bangku wakil rakyat. Sedangkan Inggard Joshua tidak ada dalam daftar caleg, karena sudah pindah partai.

Ketua Pokja Pendaftaran Caleg DPRD DKI KPU Provinsi DKI Jakarta Sumarno menyatakan belum tahu pasti kelengkapan berkas yang diserahkan Golkar. "Berkasnya masih diperiksa oleh petugas kami. Jadi, belum bisa disebutkan berapa yang diterima,‘ katanya.

Diungkapkan, ada sejumlah data belum dipenuhi. Antara lain: tidak ada fotocopy KTP, kartu tanda anggota, dan nomor urut keterwakilan perempuan di tiap tiga nomot urut. n


close

Banyak partai tidak menempatkan keterwakilan perempuan di setiap tiga nomor urut.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana