pencarian berita:
Jurnal Nasional - Senin, 17 September 2012 halaman 8
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Jorr 2, Monorel dan Kereta Api Berebut Akses ke Bandara
 | Senin, 17 September 2012

Tangerang Jurnal Nasional

TIGA proyek transportasi massal--yakni akses Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2), monorel Serpong dan kereta api Manggarai--berebut pembangunan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Proyek bernilai triliunan rupiah yang akan dikerjakan tahun 2013-2014 tersebut sampai saat ini masih terganjal pembebasan lahan. Pembangunan tiga proyek itu dimungkinkan tidak akan terealisasi tahun depan.

Pengamat transportasi dan infrastruktur Institute Teknologi Indonesia (ITI) Tangerang, Nur Hakim memprediksi, ketiga proyek transportasi yang direncanakan pemerintah tidak akan terealisasi sampai tahun 2013 dan 2014. Karena, ada beberapa faktor yang belum berjalan dengan baik, antara lain karena akan terjadi rebutan proyek percepatan pembangunan. Yakni, pembebasan lahan yang belum jelas dan rute trase tiga proyek tidak ada konektivitas.

"Tiga proyek itu tidak akan terealisasi tahun depan ataupun hingga tahun 2014. Masalahnya, pembebasan lahan JORR 2 saja belum beres, trase monorel dan kereta api bandara belum diketahui jelas. Hal ini juga karena lahan yang menjadi pokok persoalannya," kata Nur kepada Jurnal Nasional, Rabu (12/9).

Menurut Nur, tiga proyek itu harus didesain betul oleh pelaku kepentingan. Monorel dirancang pada desain atasnya, rute dari JORR 2 harus memiliki trase yang bisa dijangkau masyarakat dan bisa terkoneksi dengan jalan tol lainnya. Sedangkan kereta api bandara, rute dan akses yang gampang ditemui calon penumpang. Tentu ketiga proyek itu yang menuju arah bandara harus dipetakan di mana posisi koordinat dari pemberhentian monorel, JORR dan kereta api bandara.

"Ini bukan masalah yang gampang. Pembangunan JORR 2, monorel dan kereta api bandara memerluhkan sideplan dan jalur-jalur yang terkoneksi dan jangan sampai membingungkan. Artinya, perlu keseriusan dalam tiga pembangunan proyek transportasi itu," kata Nur.

Proyek monorel Serpong, Tangerang Selatan menuju Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 37 kilometer. PT Banten Global Development sebagai proyeksi menyatakan, Maret 2013 sudah dimulai tahap pengerjaan fisiknya. Sedangkan proyek Jorr 2, ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, melingkar ke arah Serpong, Cinere, Jagorawi, hingga Cibitung, Cilincing, Tanjung Priok sepanjang 122,6 kilometer dilakukan pada tahun 2013-2014.

Sedangkan proyek kereta api stasiun Mangarai-Bandara sepanjang rute 45 kilometer akan beroperasi antara lain melalui Stasiun Manggarai, Sudirman, Tanah Abang, Angke, Pluit, dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta Tanah Tinggi, Kota Tangerang, juga dibangun pada tahun yang sama.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, Trisno Heriyadi, mengatakan, selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta pihaknya menyambut baik wacana tersebut. Semua rancangan yang berkaitan dengan aksesibilitas menuju Bandara Soekarno-Hatta sudah ada dalam peta grand design Bandara Soekarno-Hatta yang baru. Salah satunya adalah proyek pembangunan kereta api bandara dan JORR 2 Sedangkan, monorel juga masuk dalam grand design bandara menuju kelas dunia.

"Dalam grand design ketiga proyek itu sudah kami cantumkan. Ada program tentang eksebilitas, baik itu monorel, jalan raya JORR dan kereta api," kata Trisno.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Wahidin Halim mengatakan, pihaknya akan membangun jalur kereta yang menghubungkan wilayah Kota Tangerang dengan Bandara Soekarno-Hatta. Jalur kereta api yang akan dibangun sepanjang tiga kilometer dari Kunciran, Tanah Tinggi-Bandara Soekarno-Hatta ini akan dimulai tahun 2013. "Tahun depan, jalur kereta itu sudah dibangun," kata Wali Kota kepada Jurnal Nasional beberapa waktu lalu. n Sabaruddin

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana