pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 08 September 2012 halaman 8
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Akhir Sandiwara Penipu Berseragam Polisi
Tangerang  | Sabtu, 08 September 2012

Sandiwara RL, pelaku penipuan berpura-pura sebagai pembeli kendaraan mobil mewah di Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, berakhir sudah. Kini, pria berusia 34 tahun itu harus mendekam di jerugi besi dan berurusan dengan polisi. Pasalnya, setiap melancarkan aksinya ia selalu mengenakan seragam polisi logo Polda Metro Jaya.

"Dalam melancarkan transaksi pembelian mobil dengan para korbannya. Pelaku selalu mengenakan celana, topi dan baju kaus anggota polisi,"kata Kasat Reskrim Polres Kota Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, Kompol Siswo Yuwono kepada Jurnal Nasional, Jumat (7/9).

Kasat menyebutkan, awal terkuaknya penipuan itu bermula dari laporan seorang korban warga Ciledug, bernama Haryono. Ia kehilangan mobilnya setelah melakukan tranksasi pembelian mobil dengan pelaku, RL pada 17 Mei 2012 lalu. Sebelum tranksaksi jual beli itu terjadi, RL tertarik setelah melihat mobil milik Haryono yang dijual dan dipamerkan di tengah jalan. RL mendapatkan nomor telepon dan menghubungi korban, untuk mengecek kondisi mobil itu.

"RL mengaku kepada korbannya bahwa mobil itu ingin di-test drive. Tempat yang dipilih adalah di areal bandara, karena pelaku mengaku istrinya bekerja di salah satu perusahaan di bandara," kata Kasat.

Keduanya akhirnya bertemu di terminal II bandara. Untuk meyakinkan korbannya pelaku mengenakan celana dan baju anggota kepolisian logo Polda Metro Jaya. RL kemudian melakukan tes kondisi kendaraan ditemani korban. Setelah berputar-putar di kawasan bandara, RL sepakat untuk membeli kendaraan mobil korbannya. Keduanya pun makan bersama di salah satu restoran di terminal II. Ketika santap bersama itu, kunci mobil masih berada di tangan RL.

"Sebelum selesai menyantap makanan, pelaku meningalkan korban sendiri di restoran dan berpura-pura izin shalat. Tidak tahunya, pelaku sengaja kabur dan membawa serta mobil itu yang diparkir di areal terminal II," kata Kasat.

Transaksi jual beli itu pun pupus. Korban kemudian melaporkan kepada aparat kepolisian bandara. Laporan itu kemudian diusut dan akhirnya dalam waktu yang tidak lama RL berhasil dibekuk di rumahnya Cipondoh. Dari tangan pelaku, disita berbagai macam alat bukti, yakni satu unit mobil Suzuki Aerio Nopol B-8064-CO, sebuah topi warna hitam bertulis polisi, kaos polisi warna cokelat, gantungan tangan pengela dengan logo Polda Metro Jaya serta baju safari warga hitam.

"Pelaku bukan anggota polisi. Tetapi dalam aksinya selalu mengenakan seragam polisi dan tanda pengenal dengan logo Polda Metro Jaya," kata Kasat.

Dari hasil pengembangan, menurut Siswo Yuwono, ternyata pelaku tidak hanya melakukan aksi itu pertama kali. Sebelumnya, RL juga membawa kabur sebuah mobil bernopol B-1778-VVA. Kedua mobil hasil aksi tipu-tipu itu dijual pelaku antara Rp10 juta sampai Rp17 juta. Mobil itu dijual kepada dua penadah mobil curian berisial DN dan PJ. "Selain RL, juga dibekuk DN dan PJ," kata Kasat.

Pelaku sendiri ketika diminta keterangan menolak untuk membuka mulut. Sedangkan, Kabag Humas Polres Kota Bandara, AKP Agus Tri, mengatakan RL merupakan pelaku tunggal dalam setiap aksinya.

Meski merupakan pemain baru dalam aksi penipuan tersebut, perbuatan pelaku sangat meresahkan. Atas tindak pidana penipuan tersebut pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan. "Ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara," kata Agus Tri. Sabaruddin

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana