pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 09 Juni 2012 halaman 8
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Sindikat Pemalsu STNK dan BPKB Diciduk
 | Sabtu, 09 Juni 2012
Ahmad Nurullah

Jakarta Jurnal Nasional

EMPAT pria yang diduga terlibat dalam sindikat pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di wilayah Jakarta Timur ditangkap polisi dari Unit Ranmor Polrestro Jakarta Timur. Sindikat ini diketahui melayani pembuatan STNK dan BPKB palsu untuk wilayah Jakarta dan Bekasi.

Empat orang tersebut: Dedi Setiadi (36), pembuat; Hasanudin (41), perantara; Dwi Priyatna (34) dan Syamsuri (45), pengguna. Pengungkapan aksi sindikat ini diawali dengan ditangkapnya Dedi, si otak sindikat di rumah kontrakannya di Jalan Mesjid Gang Haji No 26 RT 005 RW 001, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dedi memproduksi STNK dan BPKB palsu di kontrakannya.

Di kontrakannya itu polisi menemukan satu set komputer, bahan pembuat STNK dan BPKB, beberapa stempel dan sejumlah lembaran BPKB dan pajak kendaraan siap digunakan. Dedi tak melawan saat polisi membekuknya. Kepada petugas ia mengaku telah menjalankan bisnisnya sejak September 2010.

Dimulai dari hanya membuat STNK, ia mengembangkan sayap bisnisnya dengan membuat BPKB palsu sejak Januari 2012. Sepanjang waktu itu ia telah menghasilkan 180 lembar STNK, 2 lembar BPKB, dan 120 lembar STNK untuk pajak sepeda motor. "Saya menjualnya di wilayah Jakarta dan Bekasi," ujarnya di Mapolrestro Jakarta Timur, Jumat (8/6). Ia mengaku belajar membuat STNK dan BPKB secara autodidak dari hanya sekadar coba-coba.

Dari penangkapan Dedi, polisi mengembangkan penyidikan dan kemudian menangkap tiga orang lainnya. Hasanudin berperan sebagai perantara Dedi dan pelanggannya Syamsuri dan Dwi. Saat ditangkap, diketahui Syamsuri memesan tiga STNK palsu untuk tiga mobil Honda Freed, Mitsubishi L300 dan Daihatsu Feroza, sedangkan Dwi untuk dua mobil Suzuki Swift.

Kepala Sub Bagian Humas Polrestro Jakarta Timur Komisaris Polisi Didik Hariadi mengatakan, aksi sindikat ini diketahui dari masyarakat. "Begitu mendapat laporan masyarakat, kami menindaklanjutinya dan meringkus mereka," katanya.

Saat ini polisi masih memburu satu orang pelaku lagi. Sementara keempat tersangka kini mendekam di tahanan Polrestro Jakarta Timur. Mereka dijerat dengan Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. n Nofrita

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana