pencarian berita:
Jurnal Nasional - Selasa, 07 Mei 2013 halaman 6
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Suara Pembaca
 | Selasa, 07 Mei 2013
Ahmad Nurullah

Dinas DKI Saling Lempar Tanggung Jawab

SAYA melaporkan tentang banyaknya parkir on-street (parkir di badan jalan) di depan Stasiun Pasar Minggu. Saya sangat menghargai adanya tindakan pemerintah setempat yang telah menggusur lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di dalam Stasiun Pasar Minggu.

Namun, kami para pejalan kaki, lebih kesulitan saat menuju ke Stasiun Pasar Minggu. Sebab, lebar jalan kurang memadai dan sering terjadi kemacetan. Kemacetan timbul karena banyak PKL dan motor parkir di trotoar, ditambah tukang ojek yang juga memilih memarkir kendaraannya tepat di persimpangan stasiun. Dampaknya, kami--para pejalan kaki--tidak dapat menggunakan trotoar.

Saya telah melaporkan hal ini. Namun kami tidak menerima jawaban yang memuaskan. Dinas Perhubungan melempar masalah ini ke Satuan Polisi Pamong Praja untuk menertibkan PKL, sementara kendaraan yang parkir adalah wewenang Polri. Di sisi lain, Satpol PP mengatakan masalah itu wewenang Dishub dan Polri.

Semua jawaban itu membuat saya sangat kecewa. Mereka seharusnya turun bersama menyelesaikan masalah itu. Bukan saling melempar tanggung jawab. Kami harap ini menjadi perhatian semua instansi terkait. Yang kami perlukan adalah tindak lanjut yang konkret dari pemerintah.

Yolanda Herlina

Jalan Raya Pasar Mingggu

Kecamatan Pasar Minggu

Jakarta Selatan

Commuter Line Ngetem Mirip Angkot

KRL Commuter Line rute Stasiun Duri menuju Stasiun Tangerang kerap ngetem layaknya angkot. Akibatnya, saya tidak tepat waktu tiba di tujuan. Ceritanya: Rabu (2/4) pagi saya naik KRL Commuter Line dari stasiun Duri. Setelah berada di dalam kereta, sepur itu belum berangkat juga. Padahal saya sudah berada di dalam kereta 20 menit. Bahkan KRL Commuter Line yang sudah tiba di Stasiun Pesing juga sama: berhenti lama.

Meski tujuan KRL Commuter Line menunggu penumpang lainnya, tetapi para penumpang yang telah menunggu lama di dalam kereta pasti kecewa. Seharusnya ketepatan waktu untuk berangkat dan berhenti dari stasiun ke stasiun lain harus diperhatikan.

Misalnya, KRL Commuter Line arah Kota Jakarta hanya perlu 3-4 menit menurunkan dan menaikkan penumpang. Tetapi, tidak dengan KRL Commuter Line arah Duri menuju Tangerang. KRL ini ngetem lama di Stasiun Duri, sekitar 20 menit. Tolong diperhatikan, Manajemen PT KAI. Terima kasih.

Simbolon

Rawa Buaya

Cengkareng

Jakarta Barat

Perhatikan Kesehatan dan Kesejahteraan Lansia

KEMAJUAN Kota Depok membuat tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. Dampaknya, kepedulian masyarakat atas kesehatan juga meningkat. Usia harapan hidup (UHH) di Kota Depok juga meningkat.

Saat ini indeks pembangunan manusia (IPM) di Kota Depok nomor 2 se-Indonesia setelah Yogyakarta. Dengan begitu, jumlah orang lanjut usia (lansia) bertambah. Maka, bertambahnya jumlah lansia, mestinya disikapi dengan baik.

Intinya, peran pemerintah sangat diharapkan dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan para lansia agar mereka tetap mandiri, berdayaguna, dan memiliki peran dalam pembangunan Kota Depok.

Keberadaan organisasi-organisasi sosial masyarakat di Kota Depok yang peduli lansia seperti: Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLi), Perhimpunan Gerontologi Indonesia (Pergeri) perlu mendapatkan perhatian serius. Beri mereka dukungan dana maupun bentuk lainnya. Tujuan, agar organisasi tersebut terus termotivasi mengupayakan kesejahteraan para lansia di Kota Depok.

Erwin

Jalan Margonda No 54

Kota Depok

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana