pencarian berita:
Jurnal Nasional - Rabu, 27 Maret 2013 halaman 6
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Suara Pembaca
 | Rabu, 27 Maret 2013
Ahmad Nurullah

Tertipu PT Jasmine Java Raya Tour and Travel

SAYA adalah pengguna kartu kredit Mega Visa dari Bank Mega sejak 2011. Ini kali pertama saya memakai kartu kredit. Entah bagaimana, data saya bocor dan tiba-tiba mendapat tawaran bergabung menjadi anggota dari PT Jasmine Java Raya Tour and Travel.

PT yang beralamat di Jalan Raden Saleh No 6 lantai 5 Jakarta Pusat itu mengaku sebagai rekanan Bank Mega. Selang beberapa bulan, Bank Mega menginformasikan: PT tersebut sama sekali bukan rekanan atau mitra Bank Mega.

Tapi saya telanjur bertransaksi untuk bergabung sebagai anggota dengan total iuran sebesar Rp1,9 juta. Itu pun dengan janji manis pihak marketing PT Jasmine bahwa bila tak ada transaksi atau pemakaian apa pun akan ada cashback.

Setahun, saya tak memakai fasilitas apa pun dari Jasmine, tapi mereka mangkir dengan alasan perjanjian tidak mengatur demikian. Padahal, secara lisan informasi dari marketing mereka menjanjikan hal tersebut.

Kedua, saya memutuskan menggunakan voucher gratis pesawat yang disediakan PT Jasmine. Saya meminta untuk penerbangan Kamis (7 Maret 2013) dengan tujuan Jakarta-Medan. Tapi PT Jasmine kembali mangkir dari kewajibannya. Tak ada konfirmasi apa pun hingga tanggal yang telah saya tentukan. Saya mulai curiga ini modus penipuan PT Jasmine terhadap nasabah Mega Visa dengan melibatkan oknum Bank Mega.

M Nashih N

Matraman

Jakarta Timur



Drainase di Tanjung Barat Amburadul

SUKU Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Selatan harus turun ke lapangan dan melihat kondisi drainase di sepanjang Jalan Tanjung Barat Raya, mulai dari Poltangan hingga Perumahan Tanjung Mas Raya. Lihatlah, konsidi drainase sangat mengkhawatirkan. Bahkan, dekat pintu kereta Poltangan, sendimen di gorong-gorong sangat tebal.

Ketika hujan lebat, air meluap--berwarna kehitaman dan berbau. Air itu juga menggenangi jalan. Akibatnya, jalan di wilayah itu sering rusak. Sedangkan perbaikan terkesan dikerjakan asal-asalan. Terbukti, tidak sampai satu bulan, rusak lagi. Saat cuaca panas, jalan itu berpasir sehingga banyak kendaraan mengurangi kecepatan. Efeknya, kemacetan tak terelakkan.

Selain itu, banyak warung kaki lima sengaja membuang sampah ke selokan, dan itu harus ditertibkan. Pemerintah jangan menutup mata. Sudin PU juga harus bekerja sama dengan Satpol PP. Kami berharap ada tindak lanjut dari pemerintah.

Khairunnisa

Tanjung Barat Selatan

Jakarta Selatan

U-Turn Daan Mogot Makin Kacau

U-TURN atau arah putar arah di kawasan bisnis Jalan Daan Mogot, tepatnya kilometer 19,6 dan KM 21, menimbulkan kemacetan luar biasa. Angkutan umum, truk besar, motor, bahkan becak berebut untuk berputar arah dari Tangerang menuju terminal Kali Deres, Jakarta Barat.

Bukan saja titik U-Turn di KM 19,6 dan KM 21. Di sejumlah U-Turn di Jalan Mogot pun berbagai jenis kendaraan padat merayap. Hampir di sepanjang jalan tersebut terdapat U-Turn yang berdampak penumpukan kendaraan yang antri hendak berputar arah. Akibatnya, timbullah kamacetan panjang.

Ini disebabkan karena Jalan Daan Mogot, yang berdampingan dengan Kali Mookervart, berdiri banyak pabrik. Truk bermuatan besar setiap hari hilir-mudik melintasi jalan itu. Juga saat jam sibuk, pagi atau siang, bahkan jelang magrib saat para karyawan pulang kerja, banyak truk sibuk beroperasi. Tentu saja, jalan makin kacau tak terkendali. Berbagai jenis kendaraan berdesak-desak.

Saya berharap pemerintah daerah dan polisi lalu lintas segera mengeluarkan aturan berupa pembatasan truk melewati Jalan Daan Mogot pada jam sibuk. U-Turn yang banyak itu pun tolong ditutup sebagian agar jalan lancar.

Julaeha

Embang Jaya

RT 10 RW 10

Kecamatan Tangerang

Kota Tangerang

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana