pencarian berita:
Jurnal Nasional - Jum'at, 28 Desember 2012 halaman 5
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Memelihara Lingkungan
Jakarta | Jum'at, 28 Desember 2012
N. Syamsuddin CH. Haesy

SORE yang basah di Penjom. Salah satu desa di distrik Kuala Lipis--Negeri Pahang, Malaysia ini merupakan kawasan pertanian dan pertambangan emas. Bersama Dato‘ Seri Zamzamin Hashem, senior advisor pertambangan emas di situ, saya berkunjung pekan lalu. Sudah lama saya tidak ke daerah ini.

Puddin, manager corporate social responsibility di perusahaan emas itu mengajak saya mampir ke rumahnya, dan jumpa dengan Am, salah seorang cik gu (guru) sekolah dasar yang juga bergiat mengaji di kalangan orang asli (penduduk asli) kawasan itu.

Rinai hujan membuat kami menunggu tiba waktu Isya,‘ selepas salat Maghrib, di masjid kampung depan rumah Puddin. Masjid yang asri itu terasa nyaman dengan suasana sejuk seperti itu. Puddin memandang saya, lalu bertanya tentang reklamasi dan mining closer.

Saya bukan orang tambang dan tak begitu ahli dalam hal-hal teknis sebagaimana dimaksudkan dalam prinsip best practise mining. Tapi, karena pernah terlibat dalam proses mining closer. Khasnya dalam melakukan social empowerment sebagai bagian dari proses mining closer.

Saya katakan pada Puddin, sebagai muslim, kita beroleh perintah melindungi dan memelihara kelestarian lingkungan hidup manusia. Baik lingkungan fisik maupun sosial. Salah satu bentuk ibadah kita sebagai muslim, menurut saya, ya menjaga harmoni ekologi dan ekosistem. Apalagi di kawasan tambang.

Aktivitas pertambangan di mata saya, adalah aktivitas yang secara fisik, merusak alam. Karena itu setiap kali wilayah tambang akan dibuka dan digali, harus disiapkan juga rencana penutupannya. Dengan demikian, manusia akan terus beroleh manfaat dari alam yang diciptakan Allah. Saya kutipkan padanya sepenggal isyarat, bahwa Allah tak sia-sia menciptakan alam semesta dan seluruh isinya, “Maa khalaqta hadza bathiila.‘

Oleh karena itulah, salah satu fungsi utama manusia sebagai rahmat atas alam adalah memelihara setiap dimensi alam sehingga kemanfaatannya tak pernah henti dari masa ke masa. Am sependapat dengan saya. Dia mengutip Surah Ar Ruum (41-42) yang bermakna: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut, karena perbuatan tangan manusia, agar Allah menimpakan (akibatnya) kepada mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah (Muhammad): Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang terdahulu, (yang) kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).‘

Ayat itu menjelaskan, penyebab kerusakan di muka bumi adalah manusia, dan Allah akan menimpakan akibat yang mereka lakukan itu dalam berbagai bencana. “Saya yakin, kita tak akan mau menjadi bagian dari kelompok manusia yang menimbulkan kerusakan di atas muka bumi ini," ungkap saya. Puddin mengangguk. Dato‘ Seri Zamzamin menggoda saya, “Bila nak balek ke sini lagi, tak payah lah kita mendapat tuan guru.." Saya hanya senyum, saya insya Allah akan terus kembali datang ke Penjom, menjadi teman mengolah daya memelihara alam. Bang Sem

close

Mengantisipasi dampak keuangan global, dua Negeri Jiran sepakat bekerja sama mengembangkan industri perbankan syariah.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana