pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 29 Oktober 2011 halaman 5
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Yang Irit Saat Ini
 | Sabtu, 29 Oktober 2011
Darma Ismayanto

TAMPANG dan mereknya tentu tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. City car yang pertama kali dirilis KIA Motor pada 2004 ini telah banyak melahirkan varian-varian penerus trahnya. Pada 2004 KIA pertama kali memperkenalkan KIA Picanto, pada 2008 merilis New Picanto SE, sedangkan pada Januari 2010 New Picanto EX resmi dikenal di pasar otomotif Tanah Air, disusul KIA Picanto Cosmo yang dirilis pada Juli 2010.

Selalu mendapat sambutan positif dari pasar, pada 4 Juli 2011 KIA merilis All New KIA Picanto. Kehadiran mobil ini mendapat respons manis dari para pencinta otomotif Tanah Air, ditandai varian All New KIA Picanto yang laris manis pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS 2011). Di ajang pameran otomotif yang berlangsung pada 22-30 Juli 2011 itu All New KIA Picanto terjual sebanyak 204 unit. Terbilang sukses bila mengacu pada tanggal rilisnya yang tidak terlalu jauh dari acara IIMS.

Apa yang menjadi keunggulan varian city car dari KIA ini? Tak lain dan tak bukan karena mesinnya yang irit bahan bakar. Untuk konsumsi bahan bakar, KIA mengklaim All-New Picanto menghabiskan 1 liter bensin untuk jarak 23,3 km di luar kota dan 14,9 km per liter di dalam kota. Iritnya konsumsi bahan bakar tersebut berkat penggunaan sejumlah teknologi terkini, antara lain: start-stop, electronic power steering, ban dengan tingkat rolling resistance tinggi, serta desain aerodinamis dengan koefisien drag rendah.

All New Kia Picanto mengusung mesin 1.200 cc yang bertenaga 87 PS pada 6.000 rpm, dengan torsi 120 Newton meter (Nm) pada 4.000 rpm. Ada dua varian yang ditawarkan, yaitu bertransmisi manual lima tingkat kecepatan dan bertransmisi otomatis empat tingkat kecepatan. Masing-masing dibanderol Rp125 juta dan Rp139 juta. Harga tersebut on the road untuk wilayah Jakarta.

Selain KIA Picanto, Karimun Estilo adalah salah satu varian city car irit bahan bakar yang cukup legendaris di Indonesia. Versi pertama mobil yang diimpor secara completely built-up (CBU) ini diluncurkan pada 20 Mei 2007, sedang generasi teranyar yang diberi label "New Karimun Estilo" diluncurkan pada medio Agustus 2009.

New Karimun Estilo memboyong kapasitas mesin lebih kecil ketimbang pendahulunya, yaitu 998 cc tiga silinder, namun berkat penyematan teknologi Double OverHead Camshaft (DOHC) injeksi pada mesin K10B (K-Series), membuat tenaga yang disemburkan jauh lebih besar. Yang terpenting, dengan kombinasi transmisi baru, Maruti-Suzuki mengklaim konsumsi bahan bakar mobil ini 18,2 km/liter, alias super-irit.

Di segmen city car, para pabrikan memang bersaing menghadirkan kendaraan perkotaan hemat bahan bakar. Di Suzuki sendiri, selain ada New Karimun Estilo, juga ada Suzuki Splash. Sedangkan Toyota punya Yaris yang saat mengikuti ajang ALD Automotive MPG Shell FuelSave Maraton di London, Inggris, dimahkotai sebagai city car super-irit. Seperti dilansir Worldcarfans, Jumat (14/10) hatchback lima pintu yang dibekali mesin 1.0 liter VVT tersebut mampu menjangkau jarak 100 km dengan meminum bensin 3,9 liter.

Pabrikan lainnya, seperti Nissan punya March, Hyundai dengan i10-nya, Honda sedang berancang-ancang merilis Brio, sedang Mercedes-Benz yang bermain di kelas premium baru saja memperkenalkan varian-varian smart. Namun irit bahan bakar sepertinya akan menjadi kata kunci berbagai varian city car ke depannya.

Bukan hanya di segmen city car sebenarnya, pada varian-varian lain pun irit bahan bakar menjadi tema yang sedang hangat diangkat oleh pabrikan. Di kelas sedan Toyota Prius baru saja menduduki peringkat pertama untuk kategori 10 sedan paling irit bahan bakar versi True Car di Amerika dengan rating konsumsi bahan bakar 21,1 km/liter. Selain Prius, di Indonesia Toyota punya Vios yang juga dikenal hemat BBM.

Pabrikan asal Korea pun turut bergeliat di segmen dan spesifikasi ini. Hyundai punya Elantra, kendaraan non-hybrid satu-satunya yang masuk daftar 10 sedan irit bahan bakar versi True Car. Sedangkan Mercedes belum lama baru saja memperkenalkan sedan seri S-nya di Tanah Air, yang diklaim sebagai sedan premium nan irit BBM.

Pada varian S 350 CGI dan S 500 CGI Mercedes membenamkan mesin berteknologi CGI berfitur direct fuel injection. Teknologi yang memungkinkan sedan Mercedes ini selain irit bahan bakar juga ramah lingkungan, namun tetap bertenaga. Dibandingkan mesin generasi sebelumnya, konsumsi bahan bakar pada teknologi CGI yang telah memenuhi standar emisi gas buang Euro 5 bisa dihemat hingga lebih dari 24%.

Di barisan kompetitornya BMW menawarkan varian alternatif bermesin disel, BMW 520d. Disokong mesin berkapasitas 2.000 cc, lewat penerapan teknologi common rail membuat konsumsi BBM 520d tak kalah irit dibandingkan mobil bensin bervolume 1.500 cc ke bawah. Pabrikan BMW mengklaim bahwa 520d mampu menempuh jarak 19,2 km untuk setiap liter BBM nya.

Untuk segmen model kendaraan yang paling banyak diminati, MPV, Nissan Grand Livina menjadi salah satu merek andalan sebagai kendaraan keluarga yang hemat BBM. Berdasarkan data tes Autobild pada 2007, konsumsi pemakaian bahan bakar Livina 1.5 19 kilometer per liter.

Pada urutan kedua menyusul merek Xenia 1.0 dengan konsumsi bahan bakar 18 kilometer per liter, sedangkan pada urutan ketiga ada Honda Freed dengan mengusung mesin 1.500 cc i-VTECH. Honda mengklaim Freed lincah melakukan berbagai manuver, namun hemat bahan bakar. Dari hasil uji coba yang sudah dilakukan berulang kali, Freed menghabiskan 1 liter untuk jarak tempuh 16,4 km, dan rendah emisi sesuai standar emisi Jepang.

Di kelas SUV (Sport Utility Vehicle) untuk mesin menggunakan bensin, bercokol nama-nama seperti Chevrolet Captiva SS, Nissan X Trail 2.0, Suzuki Grand Vitara, All New Honda CRV, serta Daihatsu Terios. Selain itu ada juga All New Kia Sportage.

Untuk Chevrolet Captiva SS, mengandalkan mesin baru Ecotec 4 silinder segaris DOHC 16 katup berkapasitas 2.384 cc. Captiva SS mampu menembus jarak 16,2 km per liternya. Hasil ini membuat Captiva SS diklaim sebagai SUV paling irit dalam menghabiskan energi bahan bakar. Darma

close

Naiknya harga minyak, pembatasan subsidi BBM, ramah lingkungan, menjadi acuan pembelian mobil saat ini.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana