pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 09 Maret 2013 halaman 4
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Wapres Minta Kurikulum 2013 Optimal
 | Sabtu, 09 Maret 2013
Arie MP Tamba
Wapres Minta Kurikulum 2013 Optimal

Wakil Presiden Boediono minta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mempersiapkan Kurikulum 2013 dengan baik sehingga bisa dilaksanakan dengan optimal dan tepat waktu. Hal ini disampaikan Nuh usai bertemu Boediono untuk melaporkan persiapan penerapan Kurikulum 2013. "Bapak Wapres memberi tanggapan positif atas persiapan kurikulum 2013 dan minta agar terus dipersiapkan secara optimal," kata Nuh, di kantor Wapres Jakarta, Kamis (7/2).

Nuh mengatakan, Wapres juga berpesan agar pelaksanaan kurikulum 2013 bisa menjadi momentum bagi perbaikan dan kemajuan pendidikan nasional. Karena itu persiapan hendaknya dilakukan dengan baik sehingga tidak menghilangkan kepercayaan masyarakat. "Kurikulum tersebut harus bisa memunculkan kepercayaan bagi masyarakat. Oleh sebab itu segala persiapan telah kita lakukan dengan baik," kata Nuh.

Kini materi buku pelajaran kurikulum 2013, yang akan digunakan siswa SD, SMP, dan SMA nantinya, sudah siap dicetak dan diedarkan setelah melalui berbagai perbaikan. Tentang banyaknya respons yang meragukan kesiapan pemerintah dalam menjalankan kurikulum 2013, Mendikbud mengatakan selalu siap menerima masukan dan perbaikan dari mana pun. "Masih sekitar empat bulan lagi untuk perbaikan, jika memang ada kekurangan. Sebelum nanti kurikulum baru dimulai pada 15 Juli 2013," kata Nuh.

Sehari sebelumnya, khusus buku ajar untuk SD, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ibrahim Bafadal mengatakan, saat ini ditargetkan akan dicetak sebanyak 28.779.198 eksemplar. Namun perubahan terbuka lebar karena data bergerak dinamis. "Angka ini berdasarkan basis data beberapa hari lalu," kata Ibrahim.

Menurutnya, harga satuan buku juga belum dapat ditentukan. Untuk itu, perubahan angka terus terjadi karena data kebutuhan buku juga terus bergerak. "Basis data hari ini yang di Jawa saja. Nanti yang dari Papua masuk, pasti akan bergerak lagi. Tapi masyarakat tak perlu khawatir, karena semuanya akan ditangani pemerintah dengan sebaik-baiknya," ujar Ibrahim.

Demi ketepatan perhitungan, Kemendikbud juga meminta bantuan berbagai elemen yang mengetahui masalah pengadaan buku untuk menghitung semua kebutuhan agar hasilnya sesuai dan tepat sasaran. Salah satu pihak yang diajak merembuk masalah ini adalah Politeknik Media Kreatif Jakarta. "Sampai saat ini semua berjalan lancar. Pekan depan dummy buku selesai sehingga bisa dilanjutkan dengan lelang, hingga ada ketetapan angka," tambah Ibrahim. Arie MP Tamba

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana