pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 22 Desember 2012 halaman 4
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
SNMPTN 2013 Dinilai Lebih Adil dan Terbuka
 | Sabtu, 22 Desember 2012

Pola seleksi masuk universitas negeri yang lebih dikenal dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) model baru dinilai lebih adil. Kesempatan lulusan sekolah menengah atas untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi lebih terbuka.

Suparyana, Kepala SMA Pembangunan Gunungkidul kepada Jurnal Nasional menyebutkan kini dirinya bisa lebih memotivasi siswanya agar mau turut mendaftar ke perguruan tinggi negeri terbaik yang jadi pilihan.

"Sistem SNMPTN 2013 nanti lebih menarik, siswa dari berbagai daerah punya kesempatan yang sama. Apalagi pemerintah menanggung biaya pendaftaran," kata Suparyana di Yogyakarta, Jumat (21/12).

Diakui, dalam sistem seleksi masuk yang baru, membuat kegairahan siswa untuk bisa mendaftarkan ke perguruan tinggi. Sebagai kepala sekolah di daerah, dirinya mengaku terus berupaya mendorong siswanya bisa lanjutkan pendidikan.
Hanya saja, kendala yang dihadapi, banyak lulusan dari Gunungkidul yang memilih untuk bekerja karena alasan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung saat kuliah di perguruan tinggi. Butuh motivasi besar, bagi pendidik di daerah untuk membuat siswa berani, tidak minder dan punya motivasi belajar guna lanjutkan pendidikan.

"Ada model yang lebih adil, sekarang. Saya sudah sosialisasikan ke peserta didik, terkait bebasnya biaya pendaftaran dalam SNMPTN 2013 nanti. Harapan saya sebagai pendidik, banyak siswa kami yang bisa lolos," katanya.

Prof Budi Prasetyo Widyobroto, Direktur Administrasi Akademik UGM dalam sosialisasi pola penerimaan mahasiswa baru kepada 200-an lebih kepala sekolah tingkat SMA/SMK se DI Yogyakarta menjelaskan ada tiga pola seleksi yang diterapkan.

Sesuai dengan aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih ada kewenangan bagi PTN untuk melakukan seleksi mandiri di luar jalur SNMPTN.

"Namun, yang pasti untuk SNMPTN 2013, pemerintah menanggung biaya seleksi nasional masuk PTN. Ada keinginan dari pemerintah untuk bisa bangun kebersaam dan kepercayaan dengan sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia," kata Budi Prasetyo Widyobroto.

Budi menegaskan lewat pola seleksi yang baru, ada keberpihakan untuk bisa memberikan pendidikan yang punya berkeberlanjutan jenjang. Pendaftaran gratis, ditanggung negara dan jika berasal dari kelompok tidak mampu tapi punya prestasi akademis yang bagus berkesempatan dapat beasiswa BIDIK MISI.

Langkah seleksi nasional didukung dengan sistem online itu, dipilih sebagai bagian dari program edukasi nasional untuk meningkatkan kemajuan penggunaan teknologi informasi di seluruh sekolah.

Budi Prasetyo Widyobroto mengingatkan pula, agar sekolah tak melakukan kecurangan dalam mengisi data-data prestasi akademis siswa dalam rekam jejak belajar di SMA/SMK.

"Jangan lakukan kecurangan, itu merugikan siswa, terutama adik angkatan nantinya karena sekolah yang langgar dan curang ada sanksi berat," katanya.

Tiga Jalur

Ada tiga jalur yang tersedia untuk masuk perguruan tinggi yaitu SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Ujian Mandiri (UM). Kuota penerimaan lewat SNMPTN mencapai 50 persen. SBMPTN diselenggarakan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) dengan kuota 30 persen.

"Ada kesempatan juga lewat Ujian Mandiri oleh masing-masing Perguruan Tinggi Negeri dengan kuota maksimal 20 persen. Kita kenalkan sistem yang baru dulu, yaitu model SNMPTN yang sudah jelas penyelenggaraannya," kata Budi Prasetyo Widyobroto.

Lewat sistem yang baru, disebutkan akses masuk ke perguruan tinggi semakin terbuka. Sistem SNMPTN 2013 hampir sama dengan SNMPTN jalur Undangan pada 2012 hanya kini sekolah harus mengisi data sekolah dan siswa di Pusat Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) secara online.

"Asal sudah punya Nomor Pokok Sekolah Nasional (NSPN) dan bagi peserta SNMPTN harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Ini terbuka untuk semua, termasuk dari sekolah swasta," katanya.

Tiap peserta dapat memilih paling banyak dua opsi untuk PTN yang dipilih, jika memilih satu PTN saja, maka peserta bebas memilih PTN mana saja. Namun jika memilih dua PTN, maka salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan sekolah asal atau provinsi terdekat. Sementara untuk program studi, peserta dapat memilih paling banyak dua program studi yang diminati pada masing-masing PTN.

"Jangan lupa, lampirkan rekaman softcopy prestasi non akademik siswa,jika memang punya," kata Budi. n fatchur

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana