pencarian berita:
Jurnal Nasional - Senin, 21 November 2011 halaman 4
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Kisruh Perbatasan
Aturan di Indonesia dan Malaysia Berbeda
Padang | Senin, 21 November 2011

MASALAH Perbatasan dengan Malaysia acap kali menimbulkan ketegangan, terakhir Camar Bulan dan Ujung Batu di Kalimantan Barat. "Ini terjadi akibat implementasi aturan berbeda, Malaysia gunakan Hukum Inggris dan Indonesia Hukum Belanda," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI di Padang, Sabtu (19/11) sore, usai membuka Rapat Koordinasi PDI Perjuangan Sumbar.

Menurut TB Hasanuddin, solusi harus ada pertemuan intens terkait perbatasan dengan Malaysia yang dilakukan bersinergi oleh komponen yang terlibat persoalan ini. "Baik Menlu, Mendagri, Bakorstranal, dan Menhan, pertemuannya harus intensif jangan sekali dua tahun, kalau bisa satu kali setahun," sebutnya.

TB Hasanuddin juga mengingatkan bahwa warga di tapal batas itu adalah WNI. "Artinya mereka pun harus mendapatkan hal yang sama dengan WNI lain, mulai kesejahteraan, sosial maupun hak WNI lainnya," sebut Mantan Sekretaris Militer Presiden Megawati ini.

Lebih Berani

Terkait konflik di Papua dan kisruh di Freeport, TB Hasanudin mengapresiasi langkah Presiden RI SBY yang memberikan garansi kepada Presiden AS Barack Obama bahwa persoalan di Freeport akan diselasikan berdasakan Hukum Indonesia. TB Hasanudin menyatakan hal tersebut sebagai langkah maju.

"Tapi mestinya Presiden SBY harus lebih berani lagi. Bawa kembali masalah Freeport ke meja perundingan, terkait pembagian keuntungan atas Freeport tersebut, apa SBY berani," ujarnya.

Pasalnya pembagian keuntungan yang komprehensif atas Freeport bukti Indonesia negara berdaulat. "AS harus adil dong, jangan pembagian keuntungan Freeport untuk Indonesia kecil, terlepas besarnya investasi AS di sana," ujarnya.

Ingat kata TB Hasanuddin, keuntungan lebih besar dari Freeport harus dilandasi untuk kepentingan nasional. "Kalau tidak maka gejolak di Freeport itu tetap saja seperti api dalam sekam," ujarnya.

Adrian Tuswandi

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana