pencarian berita:
Jurnal Nasional - Senin, 12 Agustus 2013 halaman 39
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia 2013
Indonesia Rebut Dua Gelar
Guangzhou | Senin, 12 Agustus 2013
Ahmad Muhajir


SETELAH enam tahun paceklik gelar, Merah Putih akhirnya kembali bisa berkibar dan Indonesia Raya berkumandang di kancah Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis (BWF World Championships) 2013 di Guangzhou, China, Minggu (11/8). Adalah Ganda campuran Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir dan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Dua gelar yang diraih Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis kali ini menyamai sukses yang terakhir kali diraih yakni pada 2007. Kala itu, Merah Putih juga merebut dua gelar dari nomor ganda campuran dan ganda putra, yakni melalui Nova Widianto/ Liliyana Natsir dan Hendra Setiawan/Markis Kido.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menyabet gelar juara dunia setelah pada babak final menaklukkan peringkat satu dunia asal China, Xu Chen/Ma Jin dengan skor 21-13, 16-21, dan 22-20. Sedangkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jadi juara dunia di nomor ganda putra usai mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen dengan skor 21-13 dan 23-21.


Bertanding di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, China, Minggu (11/8), Tontowi/Liliyana harus tampil sengit untuk mendapatkan poin kemenangan. Sejak awal pertandingan, pasangan Indonesia yang menempati peringkat dua dunia ini, melancarkan smes dan penempatan bola yang baik. Tak ayal, membuat kewalahan lawannya.

Kesalahan yang dibuat sendiri oleh Xu/Ma, dimanfaatkan oleh Tontowi/Liliyana untuk mendapatkan poin. Angka sempat sama 6-6, namun tak lama kemudian, pasangan Indonesia langsung meninggalkan angka. Sehingga set pertama ditutup kemenangan oleh Tontowi/Liliyana dengan skor 21-13.

Pada set kedua, pasangan China mulai memberikan perlawanan keras kepada Tontowi/Liliyana. Sejak awal, saling mengejar angka. Sayangnya, Xu/Wa terus menekan Indonesia dan meraih poin.

Situasi sempat menegang, ketika Tontowi/Liliyana terus mendapatkan angka. Tapi pasangan China ini berhasil mengunci dan mengakhiri kemenangan dengan skor 16-20.

Pada set penentuan persaingan terjadi sejak awal. Kejar-mengejar perolehan angka terus terjadi sehingga membuat kedudukan sama kuat 8-8. Setelah itu pasangan peringkat dua dunia itu permainannya mulai terbaca oleh lawan sehingga pasangan China itu unggul 11-9.


Meski sempat tertinggal Tontowi/Liliyana akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 14-14. Untuk meraih poin butuh perjuangan yang keras meski akhirnya kembali tertinggal 17-19. Dan kemudian, Tontowi/Liliyana mampu menyamakan kedudukan 20-20.


Disinilah mental kedua pasangan diuji. Meski dukungan tuan rumah lebih besar akhirnya pasangan terbaik Indonesia mampu memperdayai pasangan tuan rumah dengan skor set ketiga 22-20.

Bagi Tontowi, ini adalah gelar juara dunianya yang pertama. Sementara untuk Liliyana adalah yang ketiga, setelah tahun 2005 dan 2007 bersama Nova Widianto. Ini juga merupakan gelar juara pertama yang didapat Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis sejak tahun 2007.

“Faktor menang menjadi faktor penting pada kemenangan kami hari ini, ada pengaruh faktor lucky juga, terutama game ketiga. Sebenarnya tadi kami hanya menahan dan mengimbangi permainan. Pokoknya kami tahan terus," kata Tontowi mengenai kemenangannya bersama Liliyana.

Kemudian gelar kedua bagi Indonesia dipersembahkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Kendati berhadapan dengan lawan yang memiliki peringkat yang lebih baik, Hendra/Ahsan menunjukkan kualitas ganda terbaik dunia saat ini dengan menang dua gim langsung. Sehari sebelumnya, pasangan Indonesia ini menyisihkan peraim emas Olimpiade 2012, Cai Yun/Fu Haifeng asal China, dengan skor 21-19, 21-17.

Bagi Ahsan/Hendra, gelar kali ini telah melengkapi karir kesuksesannya pada tahun ini. Sebelumnya, Ahsan dan Hendra menjadi jura pada turnamen Malaysia Terbuka, Djarum Indonesia Open Superseries Premier, dan Singapura Open Superseries. Rusman/Ahmad Muhajir



close
Guangzhou

Merah Putih menyamai sukses yang terakhir kali diraih yakni pada 2007.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana