pencarian berita:
Jurnal Nasional - Kamis, 01 Agustus 2013 halaman 39
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Indonesia Berharap Naik Peringkat
Jakarta | Kamis, 01 Agustus 2013
Ahmad Muhajir

Meski realistis menghadapi persaingan ketat pada Islamic Solidarity Games (ISG) III/2013 di Palembang, 22 September-1 Oktober mendatang, Indonesia berharap bisa memperbaiki peringkat dari perhelatan yang sama sebelumnya. Tidak ada target yang dibebankan kepada para atlet, namun proyeksi mendulang lebih banyak emas dari ISG I tentu saja diharapkan dapat mendongkrak prestasi Indonesia.

"Soal target memang kami tidak mau mematok target terlalu tinggi, di ajang ISG pertama lalu saja ada diperingkat ke 18, apalagi negara-negara peserta yang ikut pada ISG tahun ini yang awalnya 25 menjadi sekitar 38 negara. Oleh karena itu kita harus realistis dalam mencapai peringkat di ajang ISG tahun ini, meskipun kita sebagai tuan rumah," kata Menpora Roy Suryo di Jakarta, Rabu (31/7).

Pada ISG I di Arab Saudi, Indonesia hanya berada di peringkat ke 18 dengan torehan satu medali emas. Kini, dengan menjadi tuan rumah, Indonesia bisa mengandalkan beberapa cabang olahraga andalan yang bisa mendulang medali terbaik.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi dan IPTEK Olahraga Kemenpora, Djoko Pekik Iriranto menuturkan, ada beberapa cabang seperti bulutangkis, panahan, dan voli pantai dan beberapa cabang lain yang berpeluang besar mendulang medali emas. Dari cabang-cabang andalan tersebut, diprediksi Merah Putih bisa meraih delapan emas.

“Bayangan kita sih bisa merebut delapan emas, dan ini sudah meningkat dari ISG pertama yang hanya merebut 1 emas. Untuk peringkat, kita berharap bisa berada di peringkat 10 sampai 15," tutur Djoko saat mendampingi Menpora melakukan buka puasa bersama wartawan.

Sementara itu jumlah negara peserta ISG membengkak dari semula 25 menjadi 38 negara. Membengkaknya jumlah peserta ini berkaitan dengan adanya kepastian berupa keluarnya Keppres baru ISG No 23/2013 per 29 Juli lalu yang merupakan perubahan dari Keppres No 15/2012.

Terkait hal itu Djoko mengakui bertambahnya jumlah negara peserta akan semakin membuat persaingan menjadi lebih ketat. Namun, hal itu diharapkan tidak berdampak besar pada seretnya perolehan emas Indonesia.

“Dari bulutangkis kita harapkan bisa meraih 1 sampai 2 emas, panahan 1 sampai 2 emas, dan voli pantai putra juga bisa merebut emas," tambah Djoko.

Soal kesiapan Palembang menjadi tuan rumah ISG yang akan ditinjau oleh Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF) pada Kamis (1/8), Menpora yakin tuan rumah tidak akan menemui masalah. Sebab, sarana bekas SEA Games yang akan digunakan, 98 persen sudah siap dan tidak perlu membangun venue baru.

Efisiensi SEA Games

Sementara itu, terkait dengan adanya kekurangan dana Pelatnas khususnya untuk persiapan SEA Games 2013 sekitar Rp60 miliar yang disampaikan Satlak Prima, Menpora menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin menutupi kekurangan anggaran tersebut. Sehingga yang perlu dilakukan agar persiapan SEA Games tidak terganggu adalah dengan melakukan efisiensi.

Salah satu jalan yang bisa ditempuh, lanjut Menpora, adalah tidak mengirimkan atlet untuk nomor-nomor cabang tertentu yang sama sekali tidak memiliki peluang merebut medali meski Indonesia tetap akan mengikuti semua dari 39 cabang olahraga yang dipertandingkan. Hal inilah yang akan dibahas bersama Satlak Prima.

“Karena harus efisiensi kita dan masyarakat tentu juga tidak ingin ada atlet yang hanya sekedar berangkat tapi tidak bisa meraih medali," tutur Menpora.



close
Jakarta

Bertambahnya negara peserta diharapkan tidak berdampak besar pada seretnya perolehan medali.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana