pencarian berita:
Jurnal Nasional - Jum'at, 26 April 2013 halaman 3
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Penting, Peran Ormas Sukseskan Pemilu 2014
Jakarta | Jum'at, 26 April 2013
Aliyudin Sofyan

Menjelang Pemilu 2014, peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam menyukseskan Pemilu 2014 sangat dibutuhkan. Terutama, dalam hal meningkatkan partisipasi politik masyarakat dalam pemilu. Demikian dikatakan Kasubdit Ormas Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar dalam diskusi bertajuk "Peran Ormas dan OKP dalam menyukseskan Pemilu 2014" di Universitas Jayabaya Jakarta, Kamis (25/4).

"Peran ormas dalam menyukseskan Pemilu 2014 tentu sangat dibutuhkan, tidak hanya pemilu saja sebenarnya, tapi juga pada aspek-aspek pemberdayaan kemasyarakatan secara umum," kata Bahtiar.

Peran ormas atau LSM dalam ruang publik, kata Bahtiar, sesungguhnya bisa memberikan dampak positif maupun negatif. Bahkan, dalam pentas pemilu, ada juga ormas yang berperan sebagai tim sukses pasangan calon atau yang lebih gawat lagi jadi penyalur politik uang.

"Hal-hal negatif dari ormas ini tentu harus dihindari, sehingga semangat ormas tetap pada upaya pemberdayaan masyarakat," katanya.

Setiap event pemilu, lanjut Bahtiar, seringkali pula ormas-ormas baru bermunculan. Namun, kemudian, menghilang begitu pemilu usai.

Hal penting yang perlu diperhatikan pula dalam pemilu, katanya, terkait ketergantungan ormas dan LSM pada dana asing. Pasalnya, dewasa ini, setiap pelaksanaan pemilu, aktifitas ormas atau LSM pengawas pemilu sangat tinggi ketergantungannya pada lembaga donor.

"Kalau ketergantungan itu hanya untuk waktu singkat, dibantu asing, tidak masalah, tapi kalau terus-menerus dan jangka panjang akan sangat berbahaya, apalagi, kalau ada titipan-titipan asing terkait regulasi pelaksanaan pemilu di Indonesia," ucapnya.

Guna menghindari dampak negatif peran ormas tersebut, kata Bahtiar, saat ini DPR dan pemerintah sedang menyelesaikan pembahasan RUU Ormas.

"RUU ini untuk mencari solusi atas berbagai persoalan ormas selama ini, misal ketergantungan pada lembaga donor, keterbatasan SDM ormas yang kompeten, memperkuat demokrasi dengan tidak memaksakan kehendak di ruang publik, dan lainnya," katanya.

Sementara, Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA Indonesia) Ray Rangkuti yang turut hadir dalam diskusi tersebut menyoroti semakin menurunnya partisipasi publik, termasuk pemilih pemula dalam pemilu. Dia memperkirakan tingkat apatisme pemilih pemula pada Pemilu 2014 juga masih cukup tinggi.

"Pada Pemilu 2004, jumlah pemilih menurun menjadi 80 persen, turun lagi menjadi sekitar 70 persen pada Pemilu 2009. Saya khawatir pada Pemilu 2014, warga yang ikut pemilu bisa hanya 50 sampai 60 persen, bahkan, bisa saja lebih rendah dari itu," ujarnya. n Arjuna Al Ichsan

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana