pencarian berita:
Jurnal Nasional - Rabu, 17 Oktober 2012 halaman 3
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Cegah Kebocoran, Perbaiki Sistem Perpajakan
Jakarta | Rabu, 17 Oktober 2012
Aliyudin Sofyan

KETUA Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Marwan Ja'far mendesak agar sistem diperbaiki. Perbaikan itu diyakini mampu mengantisipasi berbagai bentuk kebocoran penerimaan pajak yang selama ini terjadi.

"Kebocoran pajak yang terjadi hingga kini luar biasa. Maka sistemnya harus diperbaiki," kata Marwan saat membuka Diskusi Publik dengan tema "Pajak dari Rakyat untuk Siapa" di Jakarta, Selasa (16/10).

Ia menilai, para pengusaha masih relatif banyak yang membayar pajak tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya. Praktik kotor seperti itu tidak terjadi dengan sendirinya. Keterlibatan oknum pegawai pajak juga dinilai turut menjadi faktor yang memudahkan mereka melakukan aksi kotornya.

"UU Pajak harus direvisi atau diamandemen agar bisa memaksimalkan law enforcemen," katanya.

Marwan juga meminta agar pengelolaan pajak harus betul-betul untuk kepentingan rakyat. Bapenas sebagai lembaga perencana pembangunan nasional harus punya visi jelas dan program kerakyatan.

"Hari ini Bapenas kurang visioner. Harus ada transparansi dalam konteks perencanan pembangunan. Geregetnya kerakyatannya masih kurang," tutur Marwan.

Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany juga mengaku heran dengan para pembayar pajak. Seharusnya pendapatan negara dari sektor pajak bisa lebih banyak dari saat ini. Dari 110 juta jumlah penduduk yang bekerja, tercatat sebanyak 60 juta orang yang penghasilannya di atas perkiraan penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Dari jumlah itu, jumlah wajib pajak perseorangan yang terdaftar sebanyak 19,9 juta.

"Tapi dari laporan 2011, wajib pajak yang membayar hanya 8,8 juta orang," kata Fuad.

Sementara itu, badan usaha yang membayar pajak baru sebanyak 520 ribu dari yang terdaftar 1,9 juta badan usaha. Padahal, jumlah badan usaha kecuali usaha mikro di Indonesia mencapai 22,6 juta dan sebanyak 12,9 juta di antaranya di atas PTKP.

"Jadi yang enggak bayar pajak itu siapa?" ujar Fuad.

Ia membayangkan bila para wajib pajak itu membayar seluruhnya, pendapatan negara bisa lebih besar. Program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat juga bisa tercapai.

Fuad juga mengaku telah dan terus memperbaiki sistem perpajakan agar lebih mampu memberikan hasil yang lebih baik bagi negara.

"Kita membuat sistem agar begitu ada yang nakal langsung ketahuan. Kita juga bangun whistle blowing system, peniup peluit. Ini kita dorong. Kerja sama dengan KPK," katanya. n Heri Arland/Andi Sapto Nugroho

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana