pencarian berita:
Jurnal Nasional - Kamis, 24 Mei 2012 halaman 3
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Pembudayaan Pancasila Butuh Strategi Pelembagaan Nilai
Yogyakarta | Kamis, 24 Mei 2012

Adanya kesadaran kolektif bangsa ini untuk bersama-sama melakukan revitalisasi, internalisasi dan implementasi nilai-nilai Pancasila butuh metode dan strategi pelembagaan. Pola dogmatis dan indoktrinasi seperti yang dilakukan masa Orde Baru tak mungkin lagi diterapkan, karena tak relevan.

"Kita butuh metode dan strategi pelembagaan nilai-nilai Pancasila yang lebih membumi, konkret, implementatif, dan operasional," kata Prof Sudjito, Guru Besar Fakultas Hukum UGM di Yogyakarta, Rabu (23/5) jelang Kongres Pancasila 2012 di Yogyakarta pada 31 Me-1 Juni mendatang.

Sudjito menyebutkan sebagai lanjutan Kongres Pancasila 1 tahun 2009 di Yogyakarta yang bersambung dalam Kongres Pancasila di Denpasar pada 2010, ada sejumlah poin deklarasi penting yang butuh diimplementasikan. Satu di antaranya, perlu membentuk Rumah Hukum Pancasila dengan upaya lebih progresif dalam merestorasi hukum di Indonesia, selain institusi yang punya legitimasi di tingkat nasional untuk melindungi, mengkaji dan mengembangkan Pancasila sebagai dasar ideologi negara yang terbuka, ini penting agar tidak terjadi kondisi generasi Pancasila yang hilang.

"Perlu gerakan penguatan ideologi Pancasila terutama dalam politik legislasi dewasa ini," kata Sudjito.

Sementara terkait dengan hasil kongres Pancasila di Universitas Airlangga 2011 ada poin penting yaitu pentingnya komitmen berbagai pihak untuk mengembangkan substansi, metode, strategi, modal pembudayaan Pancasila. "Penyelenggara negara harus jadi teladan dalam pengamalan dan pengamanan nilai Pancasila, parpol dan ormas sebagai pilar demokrasi wajib lakukan pembudayaan Pancasila, dunia pers dan usaha harus terlibat dalam pembudayaan, serta pentingnya edukasi dalam konteks yang luas," katanya.

Prof dr Sutaryo, dewan pengarah Kongres Pancasila 2012 menjelaskan kegiatan yang mendapatkan dukungan penuh dari Majelis Permusyarawatan RI (MPR) dan Mahkamah Konstitusi RI itu akan diisi pula kursus Pancasila sebagai bagian dari acara Kongres pada 31 Mei 2012.

"Ada sejumlah ahli yang berbicara, seperti Yudi Latif, Pratikno Rektor UGM terpilih dan Edy Suandi Hamid yang masing-masing bahas Pancasila dari sisi filosofi, politis, dan sudut pandang ekonomi," kata Sutaryo. n Much Fatchurochman

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana