pencarian berita:
Jurnal Nasional - Kamis, 31 Januari 2013 halaman 23
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
LADI: 7 Atlet PON Riau Positif Doping
Jakarta | Kamis, 31 Januari 2013
Luhung Sapto Nugroho
Koordinator Bidang Hukum Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) Cahyo Adi menyatakan bahwa tujuh atlet pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau September 2012 lalu positif menggunakan doping.

"LADI sudah menerima hasil pemeriksaan tes urine dari para atlet peserta PON 2012 dan tujuh atlet dari enam cabang olahraga yang dipertandingkan positif menggunakan doping," kata Cahyo Adi di Jakarta, Rabu (30/1) seperti dikutip Antara.

Cahyo menjelaskan keenam cabang olahraga tersebut adalah balap sepeda, dayung kano, gulat, menembak, wushu dan binaraga.

"Binaraga kita menerima dua temuan kasus, ada dua atlet," ujar Cahyo.

Dengan alasan menunggu sidang kesaksian dengan Dewan Disiplin LADI, Cahyo menolak untuk mengungkap nama-nama para atlet yang dinyatakan positif doping tersebut.

Sementara itu, Jawa Barat menjadi provinsi dengan temuan kasus doping terbanyak, yaitu tiga orang atlet dari cabang binaraga, menembak dan dayung kano.

Sisanya berasal dari Sumatera Barat (binaraga), Sumatera Utara (wushu), DKI Jakarta (balap sepeda) dan Papua (gulat).

Enam dari tujuh atlet positif doping merupakan atlet putra dan satu-satunya atlet putri berasal dari Papua untuk cabang olahraga gulat.

Selain itu, LADI juga menerima hasil pemeriksaan atlet yang masih harus ditangani lebih lanjut, untuk diketahui hasilnya positif atau tidak menggunakan doping.

"Ada dua hasil pemeriksaan yang masih akan ditangani lebih lanjut, yaitu atlet judo asal Sumatera Selatan dan wushu asal Sumatera Utara," kata Cahyo.

Cahyo mengatakan LADI yang dipercaya menindaklanjuti penanganan temuan kasus tersebut sudah berupaya menghubungi seluruh atlet maupun pengurus KONI provinsi terkait.

"Hanya saja, kami kesulitan untuk menghubungi atlet dan pengurus Papua itu. Kami telepon tidak mendapatkan sambungan, begitupun ketika dicoba melalui faksimili," tutur Cahyo.

Ia juga menyebutkan dari enam atlet baru binaragawan Sumbar yang sudah memberi respon dan meminta sidang kesaksian.

Meskipun demikian ia mengaku belum bisa memastikan waktu pelaksanaan sidang kesaksian tersebut.

Sementara untuk dua atlet yang masih harus diperiksa ulang kembali "sample" urine mereka, Cahyo mengaku lembaganya belum menghubungi pihak bersangkutan.

Dari hasil yang baru diserahkan ke LADI oleh PB PON XVIII Pekanbaru pada 19 Desember 2012 lalu setelah menggunakan jasa laboratorium Lembaga Anti Doping Thailand tersebut, terdapat penggunaan tiga jenis doping, yaitu berjenis hormon, stimulan dan "deuretic".

"Selain hormon dan stimulan, ada jenis 'deuretic' yang biasanya digunakan untuk memicu pengeluaran urine seseorang. 'Deuretic' kerap ditemui dalam cabang yang membagi pertandingannya menjadi kelas-kelas tertentu dengan berdasarkan berat badan," ujar Cahyo.

PON XVIII Pekanbaru, Riau, berlangsung pada 17-20 September 2012 dan berakhir dengan kontingen DKI Jakarta keluar sebagai juara umum setelah memperoleh total 323 medali melalui 110 emas, 101 perak serta 112 perunggu.

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana