pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 31 Agustus 2013 halaman 21
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Tarif 18 Ruas Tol Naik
Jakarta | Sabtu, 31 Agustus 2013
Luther Kembaren

Kementerian Pekerjaan Umum akan menaikkan tarif 18 ruas tol di seluruh Indonesia. Besaran kenaikan tarif ditetapkan berdasarkan besar inflasi yang terjadi selama dua tahun terakhir.

Sejumlah ruas jalan tol yang akan dinaikkan tarifnya tersebut antara lain, Jakarta-Bogor-Ciawi, Jakarta-Tangerang, Padalarang-Cileunyi, Cikampek-Purwokerto-Padalarang,Belawan-Medan-Tanjung Morawa dan Surabaya- Gempol. Dari 18 jalan tol tersebut, ruas Tol Makassar seksi IV telah dinaikkan tarifnya sejak Mei 2013.


Tarif tol baru tersebut direncanakan akan diberlakukan mulai pada akhir September 2013 setelah diterbitkan surat keputusan (SK) dan sosialisasi selama satu pekan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, Ahmad Ghani Ghazaly mengatakan besaran tarif baru belum ditetapkan sebab masih menunggu perhitungan inflasi yang terjadi di daerah selama dua tahun belakangan dari Badan Pusat Statistik (BPS).

"Pada dua tahun lalu kenaikan tarif tol sekitar 8 sampai 12 persen Formula perhitungan tarif baru yakni, tarif baru sama dengan tarif lama (1+inflasi). Kami sudah minta kemarin dan sampai sekarang belum dijawab. Biasanya pertengahan September 2013," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (30/8).


Dia menjelaskan kenaikan tarif tol dilakukan setiap 2 tahun sejak penetapan terakhir tarif tol.Ini sesuai dengan UU No.38/2004 tentang Jalan Pasal 48 ayat (3) yang mennyebutkan bahwa kenaikan tarif tol memang dapat dilakukan setiap dua tahun (apabila) memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).


Besarnya tarif mempertimbangkan kemampuan membayar (ability to pay) pengguna jalan, Besar Keuntungan Biaya Operasi Kendaraan (BKBOK) dan kelayakan investasi. Pro dan kontra kenaikan tarif diakuinya pasti akan ada. Namun masyarakat diharapkan dapat memahami hal ini sebab menyangkut pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat dan untuk menjaga iklim investasi agar tetap baik.
"Tapi mudah-mudahan masyarakat mengerti bahwa kita juga harus memberikan jaminan kepada badan usaha dan iklim investasi tetap baik seperti sekarang," katanya.


Dia mengatakan Badan Usaha Jalan Tol harus tetap mengutamakan SPM jalan tol. Adapun SPM jalan tol mencakup kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, unit pertolongan dan bantuan pelayanan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaaan Umum No.392/PRT/M/2005. Evaluasi pemenuhan SPM jalan tol dilakukan setiap enam bulan.


Sementara itu, tarif jalan Tol Kanci-Pejagan belum akan dinaikkan sejak dioperasikan pada tahun 2010 karena kondisi jalan yang belum memenuhi SPM. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto seksi I juga belum akan dinaikkan tarifnya karena belum selesainya seluruh pembangunan seksi I. Nofrita

close
Jakarta

Kenaikan tarif tol mulai berlaku pada September 2013.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana