pencarian berita:
Jurnal Nasional - Jum'at, 12 Juli 2013 halaman 20
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Kurikulum 2013 Menimbulkan Masalah
Jakarta  | Jum'at, 12 Juli 2013
Wahyu Utomo

KURIKULUM 2013 yang sebentar lagi akan digulirkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diperkirakan menimbulkan banyak masalah. Salah satunya, yakni sekolah jenjang SMA mengalami kebingungan dalam melakukan peminatan atau penjurusan bagi para siswa-siswi, karena di dalam Kurikulum 2013 ini tidak ada pedoman pelaksanaannya.

Menurut Sekretaris Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ), Fakhrul Alam peminatan atau penjurusan di SMA yang dimulai begitu murid masuk di kelas I justru menimbulkan persoalan manajerial baru ihwal persyaratan pemilihan jurusan atau minat. Hal itu terutama bila para murid baru memilih jurusan atau peminatan di kelompok tertentu, misalnya kelompok Matematika dan IPA saja.

"Para kepala sekolah atau guru bimbingan konseling di SMA harus cermat sekali dalam menampung minat para calon murid agar tidak sering terjadi perpindahan jurusan atau minat," kata Fakhrul, saat konferensi pers ‘Merencanakan Kegagalan Sitemik Melalui Pelatihan Guru dan Sejumlah Masalah Krusial Implementasi Kurikulum 2013‘ di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakata, Kamis (11/7).

Dalam hal ini, kata Fakhrul murid memang boleh pindah jurusan atau minat sebagaimana yang mereka minati. "Tapi, seringnya pindah jurusan atau minat murid akan menyulitkan pengelolaan sekolah,‘ katanya. Di tengah kebingungan soal peminatan, muncul isu bahwa peminatan oleh Kemendikbud malah ditiadakan untuk tahun ajaran 2013-2014. Kalau hal ini benar, maka otomatis berimplikasi pada struktur pelajaran wajib. "Hal itu juga berarti bahwa penerapan kurikulum 2013 di kelas x semakin sedikit jamnya," kata M Iyus Kuswandi, Ketua Serikat Guru Indramayu.

Karena itu FSGI mendesak Komisi X DPR untuk memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) guna mempertanggujawabkan beragam persoalan yang ditimbulkan terkait dengan upaya penerapan kurikulum 2013. Pasalnya, jika kurikulum ini ditetapkan, maka akan menimbulkan beragam persoalan yang bersifat sistemik dalam dunia pendidikan. "Kami mendesak Komisi X DPR untuk memanggil Mendikbud, jangan mempertaruhkan masa depan dan proses belajar anak-anak Indonesia," kata Sekjen FSGI, Retno Listyarti.

Selain mendesak pemanggilan Mendikbud, FSGI juga mendesak Komisi X DPR segera turun ke daerah-daerah terkait persiapan implementasi kurikulum 2013 dan proses pelatihan guru sasaran di berbagai daerah. "Kemendikbud harus menyiapkan sejumlah kiat untuk mengatasi berbagai persoalan di lapangan dan hasil pelatihan guru yang diprediksi kemungkinan sangat kecil berhasil," ujar Retno.

Jika penerapan kurikulum 2013 di SMA hanya terbatas pada tiga mata pelajaran dan tidak jadi menerapkan penjurusan atau peminatan, maka kurikulum 2013 di jenjang SMA dibatalkan penerapannya dan menerapkan kembali kurikulum 2006. "Karenanya, kami mendesak Kemendikbut untuk menangguhkan penerapan kurikulum 2013 ini," kata Retno.

Herman Sina

close
Jakarta

Penjurusan tingkat SMA membingungkan

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana