pencarian berita:
Jurnal Nasional - Jum'at, 26 Juli 2013 halaman 2
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Laju Inflasi Dikendalikan
Jakarta | Jum'at, 26 Juli 2013
Roswita Oktavianti

DARI hasil survei di 20 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Juli 2013 mencapai 2,77 persen, naik dua kali lipat dari inflasi bulan Juni yang sebesar 1,03 persen. Hingga akhir tahun, inflasi year on year (yoy) diperkirakan mencapai kisaran 8 persen, melampaui target APBN-P 2013 sebesar 7,2 persen. Kendati demikian, dengan sejumlah intervensi yang dilakukan BI dan pemerintah, inflasi diharapkan tetap terkendali.

Demikian garis besar rapat koordinasi kebijakan antara BI dan pemerintah yang diselenggarakan di Kantor BI, Jakarta, Kamis (25/7). Rapat tersebut memperbarui perkembangan ekonomi moneter, fiskal, serta perkembangan inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menjelang hari raya keagamaan. Rapat dihadiri oleh Gubernur BI Agus Martowardojo, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Agus memaparkan, dalam survei BI di minggu ketiga Juli, menunjukkan inflasi yang cukup tinggi. Jika tidak dikendalikan pada minggu keempat, maka inflasi Juli bisa mencapai 2,7 persen dan pada akhir tahun menyentuh 8 persen. “Inflasi pada minggu keempat ini kami bicarakan dalam pertemuan, dengan langkah dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perhubungan, tentu bisa membuat lebih terkendali, sehingga angka yang tadi seandainya tahun 2013 bisa mencapai kisaran 8 persen, itu bisa sesuai dengan rencana, 7,2 persen,‘ kata Agus.

Meski inflasi tinggi diperkirakan terjadi pada bulan ini, BI memperkirakan inflasi akan mereda pada Agustus, dan kembali normal pada September 2013. Hal ini juga harus didukung dengan menjaga pasokan dan distribusi terutama pada bahan pangan yang termasuk pada komponen bergejolak (volatile food), serta koordinasi pemerintah pusat dan daerah.

Agus menambahkan, inflasi yang tinggi akan berdampak pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Namun, melemahnya rupiah tidak berpengaruh terhadap aliran modal keluar (capital outflow). Pasalnya, depresiasi mata uang domestik terhadap dolar AS juga terjadi di negara-negara lain. BI justru melihat tren peningkatan aliran modal masuk (capital inflow).

Peningkatan investor ini karena imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara yang cukup tinggi dan inflasi yang masih bisa dipredikasi. “Kami melihat perkembangan beberapa hari ini, sudah ada investor masuk. Dengan melihat nilai tukar, inflasi, perkembangan dinamika ekonomi ini akan bisa membuat para investor khususnya investor non residen menetapkan posisinya,‘ ujar Agus.

Chatib juga memperkirakan inflasi pada Juli di atas 2 persen. Kenaikan harga BBM bersubsidi diputuskan pada 22 Juni 2013 lalu, sehingga inflasi akan terasa satu bulan setelah diberlakukannya kebijakan. Namun, satu bulan berikutnya, inflasi dipastikan mereda dan diharapkan pada September bisa terjadi deflasi. Pemerintah akan menurunkan imbal hasil obligasi yang pada 19 Mei hingga 22 Juli berada di angka 8,3 persen dan saat ini di level 7,8 persen. Penurunan imbal hasil ini menunjukkan stabilitas perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Hatta menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan di tengah belum pulihnya kondisi perekonomian global. Indonesia harus tetap menjaga pertumbuhan ekonomi di atas enam persen, meski pertumbuhan ekonomi global dikoreksi ke bawah.

Selain itu target inflasi dalam APBN-P 2013 juga diharapkan tidak terlampaui. Caranya dengan menjaga ketersediaan barang dan bahan pangan di pasar domestik agar harga tetap stabil, dan menjaga penyerapan belanja pemerintah. Selain itu juga menjaga iklim investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi ke depan. “Kami harus menghilangkan hambatan-hambatan karena kami melihat pemulihan ekonomi global yang diperkirakan berlangsung cukup lama,kami harus betul-betul menjaga agar investasi atau transaksi modal dan keuangan di Indonesia tetep terjaga dengan baik,‘ kata Hatta.

close
Jakarta

Perekonomian Indonesia masih kokoh di tengah resesi yang membayangi perekonomian global.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana