pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 17 November 2012 halaman 2
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Dikira Teroris, Ternyata Pria Sakit Jiwa
 | Sabtu, 17 November 2012
Rihad Wiranto

Polisi dan warga perlu pula berhati-hati saat menangkap terduga teroris. Jika ceroboh, orang yang tidak bersalah bisa jadi korban. Salah satunya, Faisal (34) yang ditangkap warga Kamis siang (15/11).

Warga Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menangkapn Faisal yang menginap di rumah salah seorang warga. Faisal tercatat sebagai warga jalan Dg Ramang No 110 Kelurahan Sudiang Raya, Makassar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Faisal diduga terlibat dalam jaringan teroris kelompok Makassar. "Ya, yang bersangkutan termasuk jaringan teror," katanya saat di konfirmasi, Jumat pagi (16/11).

Informasi setempat menyebutkan, kejadian tersebut berawal saat pelaku datang ke rumah salah satu warga di Desa Moncongloe bernama Daeng Salle (35) yang merupakan Kepala Dusun Tokka Desa Bonto Marennu Kecamatan Moncongloe.

Faisal datang ke rumah Salle dan menginap untuk mencari rumah kontrakan. KTP Faisal sempat diperiksa. Namun ketika tas yang dibawanya hendak diperiksa, pelaku langsung kabur. Pelaku datang dengan memakai baju warna hitam.

Siang kemarin (16/11), polisi mengaku salah tangkap. Faisal ternyata mengalami ganggungan jiwa. Maka dilepaslah Faisal dari tahanan. Kepala Bidang Humas Polda Sulsel AKBP Endy mengatakan, Faisal tidak terbukti terlibat dalam kegiatan teror. "Sudah diserahkan kepada orang tua, dan saat ini dibawa ke RS untuk dilakukan pengobatan masalah gangguan jiwa," kata Endy saat dihubungi Jurnal Nasional, Jumat (16/11).

Faisal memang sempat melarikan diri sampai di sebuah kebun yang merupakan halaman gereja. Tapi warga berhasil menangkapnya untuk kemudian diserahkan ke Polsek Moncongloe. "Hasil interogasi sementara, yang bersangkutan diduga ada sedikit masalah dengan mental dan kejiwaannya," kata Endy.

Menurut Endy, Faisal mengaku kerap bertemu malaikat saat dirinya mengalami sakit. Karena sikapnya ini, keluarga Faisal mengusirnya dari rumah. Alasan itulah yang menyebabkan Faisal akhirnya mendatangi Moncongloe untuk mencari kontrakan.
"Sejauh ini belum ada kaitannya dengan terduga teroris yang ditangkap beberapa waktu lalu," kata Endy.

Namun begitu, sikap warga ini diapresiasi polisi karena membuktikan meningkatnya deteksi dini warga. Warga dinilai lebih responsif dan peduli terhadap perkembangan yang terjadi di lingkungannya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Suhardi Alius membenarkan informasi ini. Menurutnya, Faisal telah menjadi pasien syaraf sejak 2004. "Pada saat mau diperiksa masyarakat, melarikan diri sehingga diminta untuk ditangkap polisi. Sekarang dia dibawa orang tuanya ke rumah sakit," kata Suhardi. Gema TY

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana