pencarian berita:
Jurnal Nasional - Selasa, 06 November 2012 halaman 2
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Reformasi Memerlukan Tokoh Teladan
Jakarta | Selasa, 06 November 2012
Heri Arland

Untuk melanjutkan kehidupan bernegara, Indonesia membutuhkan orang-orang yang mempunyai keteladanan. Orang-orang yang muncul pasca era reformasi cenderung meraih kekuasaan semata. Sedangkan pada diri mereka tidak terdapat keteladanan itu sendiri. "Sedangkan keteladanan itulah yang sebenarnya dibutuhkan bangsa saat ini dan ke depannya, " kata Anggota Kelompok DPD di MPR RI, A M Fatwa di MPR RI, Senin, (5/11).

Sedangkan untuk menjadi seorang pemimpin, seseorang tidak boleh mempunyai persoalan sedikit pun, agar saat yang bersangkutan terpilih bisa menjalankan tugas dengan baik dan benar. "Saya kira orang berlomba menjadi pemimpin tapi tidak mengukur diri terlepas dari masalah. Harus selesai dari dirinya dulu. Kalau jadi pemimpin maka dia yang jadi masalah bangsa dan ini yang merepotkan bangsa," lanjut Fatwa.

Sejarawan UI, Anhar Gonggong mengatakan ke depannya bangsa ini masih sangat membutuhkan orang-orang yang memiliki jiwa keteladanan. Jiwa keteladanan itu sendiri menurutnya bisa dilihat dari orang yang telah ditetapkan sebagai pahlawan bangsa ini. "Indonesia untuk jadi bangsa besar kedepan tetap perlu pahlawan, bukan koruptor, justru orang-orang yang anti korupsi," kata Anhar.

Orang yang layak mendapat sebutan sebagai pahlawan itu sendiri, menurut Anhar adalah mereka yang telah mampu melampaui dirinya sendiri dan tercerahkan. Soekarno, Hatta serta banyak nama lainnya merupakan sosok yang telah mencapai titik tersebut. "Karena orang itu melampaui dirinya, itulah sosok seorang pahlawan. Indonesia tidak ada kalau tidak ada orang seperti ini. Republik ini dirumuskan oleh orang-orang yang terdiri tercerahkan seperti Soekarno, Hatta, Leimena, tidak hanya terdidik tapi juga tercerahkan," ucap Anhar lagi.

Anhar sendiri sangat menyayangkan kualitas legislator yang dimiliki bangsa saat ini. Seharusnya, menurut Anhar legislator mampu menjadi sosok tercerahkan agar mampu menjadi contoh berbagai elemen masyarakat. "DPR banyak terdidik tapi tidak tercerahkan sehingga masuk penjara. Yang mebuat orang tercerahkan adalah hati. Pahlawan adalah orang-orang yang mampu lampaui diri dan berbuat besar bagi kepentingan orang banyak dan bangsa," kata Anhar. Heri Arland

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana