pencarian berita:
Jurnal Nasional - Kamis, 26 Januari 2012 halaman 2
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls

Warga Sidomulyo Sepakat Berdamai
Jakarta | Kamis, 26 Januari 2012

Tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan menyatakan sepakat menjalin perdamaian.

Tokoh Desa Waluyo Kecamatan Sidomulyo, Suisman, seusai pertemuan tokoh-tokoh masyarakat Sidomulyo yang digelar di Bandarlampung, Rabu, mengatakan, pihaknya akan segera menggelar pertemuan dengan warganya yang saat ini masih mengungsi di tempat sanak saudaranya.

"Saya akan menenangkan mereka agar tidak membentuk kesepakatan untuk melakukan penyerangan kembali kepada warga Desa Kota Dalam," kata Suisman seperti dikutip Antara.

Selain itu, pihaknya meminta pemerintah bertindak adil dalam menginventarisasi kerusakan rumah-rumah yang kemarin dibakar massa.

"Kami sebagai pihak yang diserang, meminta pemerintah untuk berbuat adil demi kedamaian di antara umat sesama," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menginstruksikan aparat TNI/Polri untuk segera menginventarisi seluruh rumah yang rusak akibat konflik Selasa (24/1).

"Ada dua tim yang bergerak untuk menginventarisasi kerusakan tersebut. Dari TNI mendata kerusakan rumah ibadah, dan Polri mendata rumah yang rusak," katanya.

Pendataan tersebut bertujuan untuk mengetahui kebutuhan biaya dalam merehabilitasi kerusakan rumah yang sebelumnya dibakar.

Terkait konflik di Sidomulyo, dia mengimbau masyarakat Lampung agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang menghendaki Lampung rusuh.

"Saya mendengar, dalam insiden kemarin ada doping dari warga wilayah lain yang jumlahnya mencapai ribuan orang," ujarnya.

Sebelumnya, pada Selasa siang, ribuan warga dari berbagai desa menyerbu dan membakar puluhan rumah dan kendaraan milik warga Dusun Napal, Desa Sidowaluyo. Aparat keamanan seolah tak berdaya untuk meredam emosi warga.

Bentrokan di Kecamatan Sidomulyo, dipicu tiga aksi penganiayaan yang terjadi sebelumnya.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, Rabu (25/1), penganiayaan pertama terjadi pada hari Minggu lalu di Pasar Sidomulyo. Seorang warga berinisial D alias S tidak terima ditegur oleh R saat akan memarkir sepeda motornya.

"D tidak senang dan langsung memukul dada R," kata Saud. Belum diketahui asal desa kedua orang ini.


Pada hari yang sama, sekitar pukul 17.30 kembali terjadi penganiayaan. Kali ini korbannya adalah Komang Arta warga Desa Nuraga, Kecamatan Leuwi Panji, Lampung Selatan. Ia dikeroyok 10 orang di Pasar Sidomulyo hingga mengalami luka memar.


Akibat kejadian ini, warga dari etnis Bali diisukan akan menyerang Desa Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo yang berisi komunitas suku Lampung. Akibatnya, konsentrasi massa terjadi di Desa Kota Dalam. "Sekitar 300 orang berkumpul dengan senjata tajam," kata Saud.

Konsentrasi massa terus bertambah. Bukan hanya dari Desa Kota Dalam, massa dari beberapa desa di sekitar desa tersebut juga mulai bergabung. Di antaranya dari Desa Merak Belantung, Munjuk Sampurna, Bulak dan Samparan.
Pada hari itu juga di desa yang berisi komunitas etnis Bali berhembus kabar bahwa masyarakat Desa Kota Dalam akan menyerang. "Terjadi kesiagaan massa yang tinggi," kata Saud.

Saat itu petugas berhasil membubarkan massa sehingga tidak terjadi bentrokan.
Bukannya mereda, esok harinya pada hari Senin (23/1), suasana semakin memanas. Gara-garanya terjadi penganiayaan berat sekitar pukul 17.00 WIB di Desa Munjuk Sampurna. Kali ini korbannya adalah I Wayan Saputra.

Ia dianiaya oleh orang tak dikenal menggunakan clurit dan golok. Isu tak sedap kembali terdengar yang menyatakan bahwa pelakunya berlogat Lampung. "Tapi tak jelas siapa pelakunya," ujar Saud.

Adanya isu ini membuat kosentrasi massa kembali muncul. Sekitar 200 orang menggunakan sepeda motor berencana menyerang Desa Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo. Rencana ini berhasil diredam petugas. Namun emosi warga sepertinya sudah tidak dapat dibendung. Saling curiga dan khawatir diserang lebih dulu membuat dua kelompok mudah terprovokasi.


Luapan emosi massa ini berlanjut keesokan harinya pada Selasa (24/1) kemarin. Sekitar pukul 10.30 WIB, warga Desa Napal yang berjumlah 150 orang menyerang Desa Kota Dalam. Sebanyak 8 unit rumah semi permanen dirusak dan dua orang terluka atas nama Ismail dan Erik yang mengalami luka bacok di lengannya.


Dua jam pasca-penyerangan ini, aksi balasan terjadi. Kali ini massa yang berjumlah 1.000 orang dari Desa Kota Dalam yang bergabung dengan beberapa desa dari Kecamatan Kalianda menyerang Desa Napal. Dalam serangan balasan ini sebanyak 48 rumah dibakar, 27 rumah rusak, 8 unit sepeda motor dan 4 traktor di dibakar, serta 1 unit penggilingan pada dibakar.


Pasca-bentrokan, mediasi antara dua kelompok digelar dengan difasilitasi oleh muspida dan petugas keamanan baik dari TNI dan Polri. "Hasilnya disepakati penyelesaian dengan jalur hukum," kata Saud. Saat ini kondisi di dua desa dan di seluruh Kabupaten Lampung Selatan sudah kondusif. Semua pihak diminta untuk bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana