pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 24 Desember 2011 halaman 2
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Korupsi Kemendiknas

Ketua KPK Enggan Ungkap Tersangka Baru
Jakarta | Sabtu, 24 Desember 2011
Jan Prince Permata

KASUS korupsi proyek Revitalisasi Sarana dan Prasarana di Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMTK) Kemendiknas telah masuk penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hanya saja, KPK belum mau mengungkapkan siapa tersangka kasus pengadaan alat laboratorium untuk universitas ini.

Saat dikonfirmasi, Ketua KPK Abraham Samad juga belum bersedia menyebut nama tersangkanya. Abraham mengaku sengaja menyembunyikan identitas tersangka baru dengan alasan mencegah yang bersangutan melarikan diri. "Itu kan bagian dari strategi, kalau kita sebutkan nanti lari," kata Abraham kepada pers di gedung KPK, Jumat (23/12).

Abraham meminta awak pers bersabar untuk menunggu pengumuman resmi mengenai tersangka kasus korupsi pengadaan alat laboraturium. Menurutnya, identitas tersangka baru akan diumumkan pada saat yang tepat. "Jangan dulu, nanti dia lari. Kalau dua hari lagi kita umumkan ada tersangka, nanti kabur orangnya," ujar pemimpin tertinggi di komisi antikorupsi itu.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengisyaratkan bahwa tersangka kasus korupsi yang terkait dengan perusahaan Nazaruddin ini berasal dari pihak universitas. Namun, ia tidak menjelaskan identitas tersangkanya maupun universitas yang menaunginya. "Dari kalangan perguruan tinggi," ucap Busyro.

Proyek Revitalisasi Sarana dan Prasarana di Ditjen PMTK ditujukan untuk sejumlah universitas di beberapa wilayah Indonesia. Antara lain Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten dan Universitas Sriwijaya Palembang.

Pada proses penyelidikan kasus ini, KPK pernah melakukan pengumpulan data dan informasi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). KPK juga pernah beberapa kali memeriksa bawahan Nazaruddin, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manullang dan staf keuangan Gerhana Sianipar.

Anggota Komisi X DPR, I Wayan Koster juga pernah dimintai keterangan oleh KPK saat kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Selain itu KPK juga pernah meminta keterangan Rektor Unsoed, Edy Yuwono.

Melati Hasanah Elandis

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana