pencarian berita:
Jurnal Nasional - Senin, 19 Desember 2011 halaman 2
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Indonesia Pastikan Beli Tank Leopard
Jakarta | Senin, 19 Desember 2011
Jan Prince Permata

PEMERINTAH memastikan akan membeli tank leopard dari Belanda. Kementerian Pertahanan telah melakukan kajian strategis dan teknis terkait rencana pembelian tank yang akan memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) tersebut.

"Tidak ujug-ujug diputuskan, tapi sudah melakui kajian teknis yang kami masukan dalam pemikiran strategis baik strategi politik nasional maupun strategi pertahanan," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kementerian Pertahanan Jakarta, Minggu (18/12).


Kajian strategis, tutur Sjafrie dilakukan oleh Kemenhan. Namun begitu, keputusan strategis baru dapat dilakukan setelah mendapat kepastian teknis dari pengguna alutsista yaitu TNI. Sebagai dampak krisis global yang menerpa Eropa, beberapa negara termasuk Belanda melakukan penjualan alutsistanya untuk mengurangi anggaran pemeliharaan alutsista.

Untuk merealisasikan pembelian, Kementerian Pertahanan telah menyiapkan dana sebesar US$280 juta untuk membeli 100 unit tank leopard yang bersumber dari alokasi dana pertahanan periode 2010-2014. "Pada 2012 tim sudah bekerja. Kami akan membeli 100 unit," kata Sjafrie.

Namun Sjafrie, tidak merinci berapa harga tank leopard bekas milik Belanda tersebut. Namun begitu, dirinya berharap bisa mendapat tank-tank tersebut dalam harga murah dan berkualitas.

"Semurah mungkin, secepat mungkin, dan seberkualitas mungkin," ujarnya.

Sjafrie menekankan, pengadaan main battle tank buatan Jerman tersebut harus dikelola secara cermat dan teliti. Tank yang menjadi incaran Indonesia adalah tank leopard 2A6 yang telah dipergunakan angkatan bersenjata negara-negara Eropa dan non-Eropa.

Tank yang dikembangkan Krauss-Maffei ini memiliki kubah tembak vertikal berlapis baja. Selain itu tank ini dilengkapi sistem pengontrol penembakan digital dan rangefinder laser. Meriam utama 120mm, senapan mesin koaksial, serta perlengkapan night vision yang canggih. Tank ini juga memiliki kemampuan bertempur menghadapi sasaran bergerak meski berada dalam medan sulit dan tak rata.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menyatakan, dengan berbekal alokasi anggaran sebesar Rp14 triliun, TNI Angkatan Darat akan memodernisasi alutsista dalam tiga tahun ke depan. "Negara telah mengalokasikan anggaran cukup besar bagi TNI Angkatan Darat (AD) untuk melaksanakan modernisasi alutsista setelah 20 tahun lebih TNI AD tidak melakukan modernisasi alutsista sudah cukup tua usianya," kata Pramono setelah memimpin upacara peringatan Hari Juang Kartika Ke-66 di Lapangan Mako Brigif 15 Kujang Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis.

Menurutnya, pembangunan TNI AD saat ini dan ke depan diarahkan pada terwujudnya kekuatan minimum atau Minimum Essential Force (MEF) yang dilakukan dengan meningkatkan kesiapan operasional satuan, kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan prajurit dan PNS beserta keluarganya serta tertib administrasi. Ini semua ditujukan agar TNI AD dalam penguasaan alutsista mempunyai kesamaan teknologi dengan AD negara tetangga. Sehingga latihan bersama yang selama ini dilakukan dengan negara-negara sahabat dapat terus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya tidak terbatas pada kecabangan tertentu saja.

"Kesepakatan kita bersama negara-negara sahabat untuk menjaga keamanan kawasan serta melindungi negara. Hal ini sesuai dengan amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman," ujarnya.

Terkait dengan itu, TNI AD telah melaksanakan reformasi internalnya dengan baik. Keberhasilan ini ditandai dengan keberadaan TNI AD di berbagai daerah yang senantiasa dapat diterima segenap lapisan masyarakat serta banyaknya permintaan pemerintah daerah untuk melaksanakan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) skala besar.

"Saya ucapkan terima kasih atas perubahan sikap yang telah dilakukan sehingga membawa manfaat untuk kepentingan bangsa dan negara. Namun demikian, hendaknya kita harus melanjutkan upaya reformasi internal guna menuju TNI AD yang profesional tanpa tergeser dari jati dirinya," ujarnya.

Gema Trisna Yudha/Antara

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana