pencarian berita:
Jurnal Nasional - Senin, 25 Februari 2013 halaman 18
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Menpora Apresiasi Keberhasilan Timnas U19
Jakarta | Senin, 25 Februari 2013
Noor Irawan

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, memberikan apresiasi terhadap kontingen tim nasional (timnas) Indonesia U19 saat menyambut kedatangan tim tersebut di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (22/2) petang kemarin. Timnas Indonesia U19 ini pada Rabu (20/2) lalu baru saja mejuarai turnamen sepak bola federasi sepak bola Hong Kong (HKJC) yang berlangsung di Po Kong Village Road Park, Hong Kong pada 18-20 Februari lalu.

"Atas nama pemerintah Indonesia, saya menyatakan kebanggaan atas keberhasilan mereka menjadi juara. Tentunya keberhasilan timnas U19 yang memenangi kejuaraan itu merupakan sesuatu yang sangat bagus dan berharga buat bangsa ini. Masih banyak harapan untuk mencapai tingkat dunia, meskipun ini belum mencapai puncak." ujar Roy Suryo saat menerima tim tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu tentu membuat bangga dirinya dan Indonesia pada umumnya karena tim ini pulang dengan membawa gelar juara di tengah minimnya prestasi timnas Indonesia dan konflik di yang dialami sementara di usia muda kita masih bisa mencetak prestasi.

"Tuhan punya rencana yang bagus ini titik awal dari kebangkitan persepakbolaan Indonesia. Apalagi saya juga dengar ada dua pemain kita Gavin Kwan Adsit dan Mariando yang menjadi most valuable player. Tentunya itu sesuatu yang sangat luar biasa," katanya.

Roy berharap agar para pemain tetap fokus dan mempersiapkan diri mengharumkan nama Merah Putih untuk mengikuti berbagai turnamen yang sudah direncanakan. "Jangan terpengaruh apa yang sedang terjadi dengan senior-senior kalian. Kita juga sedang mempersatukan dengan baik," ucapnya.

Kedatangan timnas Indonesia U19 ke kantor Menpora ini didampingi Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan pelatih Indra Sjafri. Sementara Menpora didampingi staf ahli, Eko Indrajit dan Ivana Lie.

Dalam kesempatan itu Roy pun juga meminta para pemain timnas U19 untuk tidak malu-malu dalam menyampaikan keluhan-keluhannya selama ini. Salah seorang yang angkat bicara adalah Erianto yang mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap mereka selama ini. Dirinya berharap pemerintah lebih serius dalam meningkatkan pengembangan usia muda

"Saya berharap negara bisa meningkatkan proses pengembangan kami sehingga tim ini bisa ikut serta dalam Piala Dunia U20," tutur pemain berusia 16 tahun tersebut.

Usai mendengar keluhan pemain, pakar telematika asal Yogyakarta ini mengakui kalau pemerintah memang masih kurang memberikan perhatian terhadap pengembangan olahraga usia dini. "Saya maklum soal keluhan rendahnya perhatian Pemerintah, saya akui itu kalau perhatan pemerintah selama ini sangat kurang. Nanti akan kami upayakan lebih lanjut, itulah sengaja saya meminta pendapat mereka," kata Roy.

Selain itu para pemain yang sebagian besar masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) ini juga mengeluhkan terhadap pelajaran yang tertinggal karena harus mengikuti pemusatan latihan timnas sebagai upaya untuk mempersiapkan tim.

"Kami juga merencanakan adanya upaya pendampingan para atlet yang masih duduk di bangku sekolah sehingga prestasi olahraga dan sekolah formal mereka bisa selaras," ujar Roy Suryo menambahkan saat disinggung soal pendidikan para pemain.

Indonesia sendiri perhasil menjuarai kejuaraan HKFA setelah melewati tiga fase pertandingan melawan Singapura dengan skor 2-2, unggul atas Hongkong 0-2, dan bermain imbang dengan musuh bebuyutan Malaysia dengan skor 0-0.

Sementara itu, Indra Sjafri sendiri mengakui sesungguhnya anak-anak asuhannya tidak memiliki persiapan lebih baik ketimbang tim-tim lain yang berkiprah di kompetisi tersebut. Bahkan, Malaysia diakuinya telah mempersiapkan timnya selama dua tahun, dan Singapura menjalani pemusatan latihan di Dubai.

"Persiapan pemain kami yang sebagian besar masih di bawah usia 18 tahun ini hanya seminggu untuk turnamen itu. Sedangkan timnas U18 Malaysia telah berlatih bersama selama dua tahun, begitu juga dengan Hongkong. Bahkan Singapura sebelum mengikuti turnamen ini, mereka berlatih di Dubai. Kita bersyukur bisa sukses karena pemantauan talenta yang tepat dan bakat-bakat pemain Indonesia memang terbilang bagus di Asia," jelas Indra.

Ke depan, para pemain berbakat akan terus dikumpulkan untuk dipersiapkan dan dibina menuju SEA Games serta Olimpiade. "Ada 55 pemain data base yang akan dibina untuk SEA Games dan Olimpiade. Cikal bakal senior untuk menaikkan martabat bangsa," kata Indra.

Indra mengatakan kalau pihaknya akan segera kembali melakukan seleksi mulai dari Banda Aceh hingga Jawa Barat. "Materi pemain dipilih dari Sabang sampai Merauke untuk dapat menghasilkan tim yang berkompeten, karena kami akan mengikuti ajang Piala AFF U19 dan Piala Asia U20," ujar Indra.

Indra juga mengungkapkan ada sebuah kejadian menarik terselip di balik kesuksesan timna U19 ini. Timnas Malaysia sempat mengklaim bahwa gelar juara gelaran ini adalah milik mereka. "Setelah diumumkan bahwa Timnas Indonesia U19 menjadi juara dan melakukan victory lap, tiba-tiba official Malaysia mengklaim bahwa mereka adalah juaranya," ujar Indra.

Klaim Malaysia bisa jadi tak lepas dari samanya poin yang mereka peroleh dalam ajang ini. Timnas Indonesia dan Malaysia sama-sama mengumpulkan lima poin. Namun demikian, Timnas Indonesia masih unggul produktivitas gol ketimbang Malaysia. n
close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana