pencarian berita:
Jurnal Nasional - Minggu, 01 September 2013 halaman 16
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Komunitas Penulis Bacaan Anak
Wadah Kreator Bacaan Anak
 | Minggu, 01 September 2013
Vien Dimyati

Bagi Anda yang hobi menulis, khususnya bacaan anak, kini tak perlu takut menyalurkan bakat. Apalagi jika bakat tersebut ingin dikenal masyarakat luas, tidak hanya di Indonesia, tapi juga sampai luar negeri. Melalui Komunitas Penulis Bacaan Anak, penulis bisa sharing tidak hanya dengan sesama penulis, tapi juga ada ilustrator, penerbit, partisipan, wartawan, media, serta pemerhati bacaan anak yang ingin mengetahui bacaan untuk anak yang sehat.

Pada awal tahun 2000, bacaan anak-anak di Indonesia sudah mulai beragam. Apalagi, penerbit di Indonesia pada saat itu begitu antusias menerbitkan bacaan anak-anak. Sayangnya, sumber daya yang ada masih terbatas baik di penerbit maupun sumber daya lainnya yang mendukung seperti penulis, ilustrator, desainer, dan editor.

Melihat permasalahan itu, pada tahun 2010, Ali Muakhir dan Benny Rhamdani lantas membentuk komunitas yang kemudian dinamakan Komunits Penulis Bacaan Anak (PBA). Komunitas ini kemudian menjadi jembatan yang memadai antara penerbit dan sumber daya yang mendukungnya. “Komunitas PBA memberikan arahan yang positif kepada penerbit atau pun sumber daya yang mendukungnya dengan pengetahuan yang terkait dengan bacaan anak-anak. Supaya hasil yang diinginkan kedua belah pihak tercapai,‘ kata Ali Muakhir, belum lama ini.

Kegiatan yang dilakukan komunitas PBA adalah mengadakan pelatihan menulis dan pelatihan yang berhubungan dengan dunia perbukuan, baik secara gratis ataupun berbayar agar regenerasi terus berjalan. “Sehingga sumber daya yang ada terus bertambah. Baik secara kualitas maupun kuantitas,‘ katanya.

Tiga tahun eksis dengan bacaan anak di Indonesia, komunitas PBA selalu bergerak melalui milis yahoogroup. Anggotanya beragam, ada penulis, ilustrator, penerbit, partisipan, wartawan, media, serta pemerhati bacaan anak. Namun, sejak 2 Mei 2010, bertepatan dengan acara World Book Day 2010, komunitas ini sudah diresmikan dan diumumkan kepada publik. “Pada saat itu forum menggelar acara selama dua hari full di Pasar Festival Jakarta. Acaranya beragam, mulai dari talkshow hingga launching 212 judul buku yang ditulis oleh anggota,‘ kata Ali.

Hingga saat ini, komunitas PBA beranggotakan 4.380 anggota. Untuk menjadi anggotanya juga mudah. “Semua gratis, mereka hanya masuk group, kemudian mengisi formulir yang telah disediakan di www.forumpba.blogspot.com, bulan September Insya Allah akan ekspansi di www.paberland.com,‘ katanya.

Agar kedekatan antar anggota terjalin erat, pada group forum komunitas diberi nama PABERLAND dan para anggotanya disebut PABER (singkatan dari Pasukan Bercerita, Pasukan Berani Nulis). “Oh iya, ada tradisi yang sangat menarik yang hanya dimiliki oleh komunitas ini, setiap tahun kita mengadakan Pesta Awug. Kalau biasanya tiup lilin pakai kue tart, kita potong awug (makanan tradisional dari ketan),‘ kata Ali.

Cara berinteraksi komunitas ini juga unik, mereka lebih banyak “bertemu‘ di dunia maya. “Kami memang lebih banyak berinteraksi online di dunia maya, kalaupun offline setahun hanya 4-6 kali untuk mengadakan workshop di beberapa tempat di Bandung dan Jakarta. Biasanya setiap 2-3 bulan sekali,‘ katanya.

Di PaBerLand (Group Facebook), lanjut Ali, ada jadwal-jadwal khusus untuk posting sebagai ajang latihan juga. Ada Senin Cermin, Selasa Belia, Rabu Seru, Kamis Manis, Jumat Hangat, Sabtu Berseri, dan Minggu Berlagu. Usia anggota paling muda 9 tahun. “Selain dari seluruh propinsi di Indonesia, anggota juga yang dari Amerika (Serikat), Inggris, Malaysia, Jepang, Australia, dan Singapura,‘ lanjut Ali.

Sudah Menelurkan Lebih dari 600 Buku dan Go International

Banyaknya anggota di komunitas ini rupanya sejalan dengan torehan prestasi yang mereka hasilkan. Sejauh ini, tidak kurang dari 600 judul buku yang sudah mereka terbitkan. “Tahun 2010 saja kita launching 212 judul buku. Jika setiap tahun jumlahnya 212 judul buku, hingga tahun 2013 bisa jadi telah mencapai 3 kali lipatnya. Sekarang ini forum sedang mendata ulang jumlah buku yang telah diterbitkan anggota,‘ kata Ali.

Bahkan, beberapa buku dari anggotanya juga sudah go international, seperti buku-buku Ali Muakhir yang telah diterbitkan di Belanda, Malaysia, dan Singapura. Kemudian buku-buku Arleen Amijaya di Malaysia, Vietnam, Filipina; sementara Benny Rhamdani, Iwok Abqari, dan masih banyak yang lainnya yang terbit di Malaysia.

Komunitas ini juga tidak sepi prestasi. Beberapa yang sudah diraih diantaranya mendapat JakBook Award 2012 sebagai salah satu komunitas yang peduli pada dunia pendidikan dan literasi bersama Indonesia Mengajar yang digagas Anies Baswedan, Kadank Jurank-nya Dik Doang, dan Rumah MotherHood-nya Ibu Melly Kiong. “Tahun 2012 juga, Forum mengadakan workshop menulis bacaan anak anti korupsi untuk anak. Tahun 2012 ada 3 anggota yang diundang untuk mengikuti Kongres IBBY (International Board on Books for Young People) di Inggris. Tahun 2013 ada 5 anggota yang karyanya masuk nominasi Asia of Children Contes di Singapura,‘ kata Ali lagi.

Vien Dimyati

==

close

Forum untuk penulis, ilustrator, penerbit, partisipan, wartawan, media, serta pemerhati bacaan anak. Sudah terbitkan 600 buku dan go internasional ke sejumlah negara.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana