pencarian berita:
Jurnal Nasional - Minggu, 18 Agustus 2013 halaman 16
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Komunitas KOPPAJA (Komunitas Peduli Pendidikan Anak Jalanan) : Solidaritas Mahasiswa untuk Anak Jalanan
 | Minggu, 18 Agustus 2013
Vien Dimyati

KOPPAJA adalah sebuah komunitas yang anggotanya tergabung dari kalangan mahasiswa-mahasiswi di Indonesia. Awal mula Komunitas ini berdiri karena adanya rasa solidaritas yang tinggi kepada anak- anak yang kurang beruntung baik dalam kebutuhan materi ataupun pendidikan, khususnya anak jalanan.

Berangkat dari kepeduliannya terhadap anak-anak jalanan ini, Fey, Mahasiswa BSI (Bina Sarana Informatika), memelopori komunitas KOPPAJA ini sejak 29 Mei 2009. Saat itu Fey, sedang mengadakan riset tentang anak jalanan di kota hujan Bogor. Dari riset, kegiatan sosial ini pun akhirnya berlanjut sampai sekarang. “Tujuan kami mendirikan komunitas ini adalah menghimbau para generasi bangsa Indonesia untuk ikut berpartisipasi memberikan dukungan agar anak-anak jalanan dapat mengenyam bangku pendidikan yang layak seperti anak-anak pada umumnya,‘ kata Fey.

Sekretariat pusat KOPPAJA berada di Bogor. Biasanya, mereka melakukan kegiatan setiap hari minggu di taman Lodaya yang disulap menjadi tempat belajar. Materi yang diajarkan kepada anak-anak jalanan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh kurikulum. Setiap hari Selasa dan Rabu, anak-anak jalanan diberi pelajaran akademik. Sedangkan Kamis mereka gunakan untuk mengajarkan pendalaman agama. Hari Sabtu ada curcol alias curhatan colongan atau bercerita apa adanya. Dan, hari minggu untuk kegiatan di luar agar mereka tak jenuh.

KOPPAJA sudah memiliki rumah singgah sendiri. Meskipun kecil, bagi mereka, rumah singgah tersebut sangat nyaman. Hingga saat ini, KOPPAJA sudah memiliki sekitar 100 anak didik. “Itu pun sebagian dari mereka hampir 80 persen sudah kembali ke sekolah,‘ kata Fey.

Metode belajar yang diterapkan KOPPAJA juga unik. Mereka menanamkan budaya malu. Prinsip mereka adalah “Sukses itu bukan dari uang, tapi uang itu datang dari kesuksesan‘. Tak hanya sistem mengajarnya saja yang unik, sistem kepengurusan mereka juga tergolong unik. Walaupun base camp-nya di Bogor, ternyata para pengurusnya berasal dari luar Bogor. Mereka dipertemukan dari jejaring sosial karena memiliki visi dan misi yang sama.

Selama 4 tahun eksis, KOPPAJA kini sudah melebarkan sayapnya dengan adanya KOPPAJA Wilayah Bekasi dan KOPPAJA Wilayah Jakarta. “Kami ingin mengajak kalian semua, terutama mahasiswa khususnya dan pemuda-pemudi Indonesia pada umumnya untuk ikut serta dalam kegiatan peduli pendidikan anak jalanan,‘ kata Fey.

Melia Cholilah Mulya, salah satu pengurus KOPPAJA, bagian Divisi Pendidikan Wilayah Bekasi mengatakan bahwa anak didik yang diasuh oleh KOPPAJA sudah banyak yang disekolahkan dengan megikuti sekolah Kejar Paket A. Perempuan yang akrab disapa Imel ini juga berharap anak-anak jalanan bisa merasakan indahnya pendidikan.

“Derajat mereka bisa naik ‘kan karena pendidikan. Jadi, kita selalu berusaha agar anak-anak jalanan bisa mendapatkan 10 hak anak sesuai dengan yang tertuang dalam konvensi PBB tahun 1989,‘ kata mahasiswa semester 5 yang saat ini kuliah di Universitas Gunadarma itu.

Vien Dimyati

==

close

Partisipasi nyata dari mereka yang mengenyam pendidikan tinggi untuk anak-anak yang kesulitan untuk mengakses pendidikan.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana