pencarian berita:
Jurnal Nasional - Jum'at, 01 Juni 2012 halaman 16
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Urus Izin Usaha, Sehari Jadi
Pontianak | Jum'at, 01 Juni 2012

PEMERINTAH Kota Pontianak menempatkan peningkatan pelayanan publik sebagai prioritas utama. Salah satu contoh adalah pengurusan Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) bisa langsung jadi dalam sehari tanpa dipungut biaya apa pun.

Sebelumnya, pemerintah setempat juga sudah memberikan potongan retribusi dua persen per hari setiap keterlambatan izin yang dikeluarkan serta penghapusan sejumlah perizinan.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan percepatan jenis perizinan tersebut sebagai komitmen Pemkot dalam memberikan pelayanan terbaik dan optimal bagi masyarakat. "Kalau proses pengurusan perizinan bisa dilakukan dalam satu hari, kenapa harus menunggu dua hari," katanya di Pontianak, Kamis (30/5).

Pada kesempatan itu, Sutarmidji juga merilis website resmi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Pontianak, www.bp2t.pontianakkota.go.id di Gedung Terpadu Jalan Sutoyo Pontianak.

Dia minta website yang dikelola BP2T bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengetahui sampai mana proses perizinan yang dimohonkan dengan cara cukup memasukkan nomor register pendaftarannya. "Masyarakat tidak perlu repot-repot lagi mencari informasi izin yang dimohonnya," ujar Sutarmidji.

Untuk perbaikan pelayanan perizinan, Sutarmidji meminta BP2T mengevaluasi semua jenis perizinan supaya pelayanan yang diberikan semakin hari semakin cepat. "Tujuannya, supaya ke depan kita bisa melakukan terobosan-terobosan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berikan pelayanan yang cepat dan transparan," ucapnya.

Dia juga menegaskan, setiap permohonan perizinan harus masuk dan keluar melalui loket yang ada di BP2T tanpa pengecualian. Setiap permohonan yang sudah masuk di loket BP2T dan persyaratannya lengkap maka yang dikeluarkan adalah izin sesuai dengan yang dimohon.

"Setiap permohonan masuknya lewat loket dan keluarnya pun lewat loket. Ketika permohonan sudah masuk loket, maka yang keluar adalah izin. Bukan pengembalian berkas ataupun penambahan persyaratan lagi," ungkap Sutarmidji.

Sementara itu, Kepala BP2T Kota Pontianak, Eka Kusumawati menuturkan, dengan tersedianya website BP2T ini, diharapkan masyarakat atau pelaku usaha dapat aktif memanfaatkan fasilitas website ini untuk memenuhi kebutuhan informasi.

Dia juga minta masyarakat menyampaikan penilaian dan aspirasi dalam bentuk pengaduan dan kritik terhadap jalannya penyelenggaraan pelayanan perizinan. "Keaktifan masyarakat ini, tentunya akan sangat penting bagi upaya perbaikan kinerja pelayanan perizinan," tuturnya.

Berdasarkan data yang ada, per 30 April 2012 ini, BP2T telah menerbitkan sebanyak 4.445 izin dari seluruh jenis perizinan yang dilayani. Sedangkan retribusi Izin Gangguan telah mencapai 74,47 persen atau senilai Rp816 juta lebih.

Melaui motonya: Cepat, Ramah, Pasti, dan Akuntabel (Ceria), BP2T berupaya memberikan pelayanan terbaik dan optimal di bidang perizinan dalam rangka meningkatkan investasi di Kota Pontianak.

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana