pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 31 Maret 2012 halaman 16
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Tingkat Konsumsi Ikan Masih Rendah
Pacitan | Sabtu, 31 Maret 2012

Meski berada di wilayah pesisir, namun tingkat konsumsi ikan warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim) kurang. Bahkan, jika dibandingkan tingkat konsumsi per kapita per tahun provinsi maupun nasional masih tergolong rendah.

Hal ini pula yang diperkirakan menjadi sebab terganggunya pertumbuhan sejumlah anak-anak dan remaja di wilayah ini. "Konsumsi ikan masyarakat baru 11 kilogram per kapita per tahun. Jauh dari konsumsi nasional yang mencapai 30 kilogram per kapita pertahun," kata Bupati Pacitan Indartato, Jum'at (30/3).

Ada beberapa hal yang menyebabkan tingkat konsumsi ikan warga Kota 1001 gua ini masih rendah. Diantaranya kondisi geografis wilayah yang bergunung-gunung membuat tingkat konsumsi ikan di masyarakat kurang merata. Hasil tangkapan ikan nelayan belum dapat dinikmati masyarakat yang ada di pelosok pegunungan karena jarak tempuh yang terlalu jauh.

Ini masih ditambah lagi dengan kualitas ikan yang beredar di masyarakat cenderung jelek. Pasalnya, para nelayan lebih memilih menjual ikan-ikan yang bagus dan bernilai tinggi ke pedagang besar untuk di ekspor, karena harganya tinggi. Dari data Dinas Kelautan dan Perikanan jumlah tangkapan hasil laut di Kabupaten Pacitan mencapai 800 ton per tahun.

Selain masalah kondisi geografis daerah, rendahnya tingkat konsumsi ikan juga dipengaruhi berkurangnya stok ikan. Khususnya pada jenis ikan air tawar. Karena itu, pada 2013 nanti pemerintah kabupaten Pacitan bertekad mencanangkan sebagai tahun sebaran ikan di seluruh perairan.

Seandainya  cara ini berhasil maka diharapkan konsumsi ikan masyarakat meningkat. Bahkan, restocking ikan akan melimpah dan dapat menjadi sumber pendapatan sampingan. Dengan cara itu keseimbangan kebutuhan pangan dan lauk keluarga dapat sejalan.

"Kita sudah kembangkan budidaya ikan dengan sistem aquaponik kolam permanen. Dan berhasil. Masyarakat bisa menerapkan cara yang hampir sama di areal persawahan dengan sistem tumpangsari," ucap Indartato.

Akibat kurangnya asupan gizi, utamanya dari ikan, sejumlah sampel yang diambil Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat beberapa waktu lalu diketahui ada 13 persen remaja memiliki pertumbuhan fisik tidak ideal.

Hal serupa juga ditemui pada 19 persen anak-anak. Pertumbuhan yang tidak ideal itu disebabkan karena mereka kekurangan mineral. Diantaranya zinc dan yodium yang dapat memicu hormon-hormon pertumbuhan.Hasil itu relevan jika dihubungkan dengan hasil survei sekitar tahun 1981 lalu.

Air dan tanah di wilayah Kabupaten Pacitan defisiensi yodium. Karena banyak yang tidak terserap tanaman lalu terlarut oleh air hujan dan kemudian terbawa aliran sungai menuju ke laut. Dengan demikian wilayah sekitar laut menjadi kawasan kaya kedua unsur itu. Termasuk biota yang hidup di lingkungan perairan dekat pantai.

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana