pencarian berita:
Jurnal Nasional - Selasa, 14 Februari 2012 halaman 16
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Didakwa Membunuh Istri Sendiri
Perwira Polisi Jadi Pesakitan
Batam | Selasa, 14 Februari 2012

INI sungguh kasus yang mengguncang rasa keadilan masyarakat. Seorang penegak hukum, perwira polisi justru menjadi terdakwa karena terlibat kasus pembunuhan. Kasus pembunuhan tersebut mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Batam, Senin (13/2) dan mendapat perhatian besar dari masyarakat. Korban pembunuhan Putri Mega Umboh, adalah istri terdakwa AKBP Mindo Tampubolon.

Mindo adalah perwira menengah kepolisian yang berdinas di Polda Kepulauan Riau yang didakwa menjadi eksekutor istrinya sendiri. Pembunuhan yang menggegerkan warga Batam itu terjadi pada 24 Juni 2011 lalu dan sidang kemarin menghadirkan saksi kunci, Ujang dan Rosma.

'"Saya melihat Pak Mindo yang mengorok leher, dan Ujang yang menusuk tubuh Bu
Putri (istri Mindo)," kata Rosma di hadapan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam Reno Listowo, kemarin (13/2). Ujang dan Rosma adalah pasangan kekasih yang dianggap terlibat dalam aksi pembunuhan di rumah AKBP Mindo Tampubolon, di Perumahan Anggrek Mas, Batam Centre, Batam.

Mindo Tampubolon sendiri dijadikan terdakwa berdasarkan pengakuan dari Ujang dan Rosma. Keduanya mengaku terlibat dalam kasus pembunuhan itu karena disuruh oleh Mindo. Rosma merupakan pembantu rumah tangga di rumah perwira menengah Polda Kepri itu.

"Saya lihat sendiri peristiwa itu, sehingga saya sulit melupakannya Pak Hakim," ujar Rosma.

Rosma mengaku dia melihat korban dalam posisi terduduk di lantai kamar keluarga di lantai dua rumah itu, persis di samping ranjang tidur. Korban pembunuhan yang merupakan istri majikan Rosma, dieksekusi Mindo di depan Rosma dan Ujang. ''Pisau yang digunakan (Mindo) saya lupa, tapi seingat saya kalau pisau yang digunakan Ujang depannya bergerigi,'' tutur Rosma.

Selama aksi pembunuhan terhadap Putri Mega Umboh, anaknya yang masih berumur dua tahun, Kesya, saat itu berada di pangkuan Rosma dalam keadaan tidur. Namun balita itu tersentak bangun dari tidurnya karena terbentur kepala Rosma.

"Sewaktu Kesya tersentak terbangun, Mindo menyuruh saya membawa Kesya ke dalam kamarnya. Dan saya tetap menggendong dia," ujarnya.

Setelah menidurkan Kesya, Ros kembali lagi ke dalam kamar pembantaian Putri Mega Umboh. Dia diminta Mindo membersihkan darah yang telah menggenangi lantai kamar mandi. Rosma mengelap lantai dengan kain lap. Ros mengaku membersihkan darah yang berada di lantai kamar, sedangkan Ujang membersihkan darah yang ada di kamar mandi yang berada di dalam kamar tidur suami-istri perwira Polda Kepri itu.

Ketika Rosma berada di bawah untuk membersihkan kain pel yang penuh darah, dirinya diminta kembali oleh Ujang membersihkan darah yang telah menggenangi koper yang sudah disiapkan oleh Mindo. Koper berwarna merah itu belakangan ditemukan polisi di hutan Telagapunggur, 15 km dari kediaman Mindo.

Sebelum eksekusi pembunuhan, kata Rosma, dia sempat menyaksikan korban dihajar oleh suaminya sendiri. Peristiwa itu terjadi saat Rosma baru bekerja selama 1,5 bulan di rumah keluarga Mindo, di Perumahan Anggrek Mas, Batam Centre. Malam itu, Ujang tidur di kamarnya dan sempat memakai telepon genggam miliknya untuk mengirim pesan singkat (short message service-SMS).

Sidang pembunuhan istri perwira menengah Polda Kepri itu hingga kini terus menyedot perhatian warga Batam dan sekitarnya. Pasalnya, saat pembunuhan itu terungkap, polisi sempat merilis pembunuhan Putri Mega Umboh sebagai aksi balas dendam sang pembantu Rosma. Namun setelah diusut, ditemukan bukti-bukti keterlibatan suami Putri Mega Umboh, yakni AKBP Mindo Tampubolon.

Akibat pengusutan kasus itu, tujuh petugas satuan pengamanan (satpam) Perumahan Anggrek Mas Batam Centre sempat ditahan dan dianiaya berat. Bahkan sebagian satpam itu ada menderita cacat akibat penganiayaan yang dilakukan anak buah Mindo. Kasus itu hingga kini telah diserahkan ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) untuk diselidiki.

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana