pencarian berita:
Jurnal Nasional - Rabu, 14 Maret 2012 halaman 15
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Kementan Terbitkan Kalender Tanam Padi
Jakarta  | Rabu, 14 Maret 2012
Wahyu Utomo

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menerbitkan kalender tanam padi 2012. Berbeda dengan kalender tanam tahun sebelumnya, keunggulan kalender tanam terbaru lebih dinamis. Sebab, penyusunannya berdasarkan prakiraan iklim permusim.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementan, Haryono, mengatakan informasi yang dihasilkan pada sistem informasi ini antara lain, hasil prediksi curah hujan dan awal musim, prediksi awal musim tanam, pola tanam, luas tanam potensial dan intensitas tanam. "Kalender tanam ini lebih canggih dibandingkan tahun lalu karena berdasarkan rekomendasi BMKG," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/3).

Selain informasi tersebut, juga terdapat informasi mengenai rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk, varietas padi yang exsisting, rekomendasi varietas padi, potensi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Informasi potensi rawan banjir dan kekeringan juga bisa terlihat dalam kalender tanam terpadu ini.

"Sistem informasi kalender tanam terpadu ini berfungsi untuk memberikan informasi tentang prediksi curah hujan dan awal musim, potensi pola tanaman, waktu tanam, luas area tanam potensial dan rekomendasi teknologi adaptif pada level kecamatan, kabupaten dan provinsi," katanya.

Setidaknya ada beberapa keunggulan kalender tanam terpadu dibandingkan kalendar sebelumnya. Pertama, bersifat dinamis karen disusun berdasarkan prakiraan iklim permuism. Kedua, sangat opetrasional karena disusun hingga skala kecamatan. Ketiga, bersifat spesifik lokasi karena mempertimbangkan potensi sumber daya iklim, air dan tanah, wilayah rawan bencana seperti banjir, kekeringan dan OPT. Keempat, kalender tanam ini dapat diintegrasikan dengan rekomendasi teknologi pupuk, benih, serta pengendalian hama terpadu.

Kalender tanam ini juga mudah diperbaharui sesuai perkembangan prakiraan hujan bulanan atau musiman. Update bisa dua kali dalam setahun sesuai waktu musim tanam yakni musim tanam April dan musim tanam Oktober. "Kalau bisa dua bulan sebelum masuk musim tanam sudah di update agar petani bisa lebih cepat mendapatkan informasi," katanya.

Dengan kalendar tanam terpadu ini pemerintah berharap dapat membantu pengamanan produksi dan pencapaian program peningkatan produksi beras nasional, terutama mencapai surplus 10 juta ton.

Sebenarnya pemerintah telah menyusun kalender tanam sejak 2007 yakni Atlas dan Peta Kalender Tanam Padi Sawah di Pulau Pulau Jawa. Selanjutnya berkembang untuk wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, serta Bali, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. Pada awal penyusunan kalender tanam, pemerintah menggunakan tiga skenario yakni kondisi iklim El Nino, La Nina, dan Normal.

Dengan kondisi perubahan iklim yang makin sulit diprediksi membuat masa tanam padi bisa menggeser lebih awal atau mundur. Karena itu pemerintah kemudian memperbarui kalender tanam agar lebih dinamis. Sistem kalender tanam terpadu ini bisa diakses melalui situs www.katam.info atau melalui situs Badan Litbang Pertanian (www.litbang.deptan.go.id).

Data Litbang Kementerian pertanian, luas tanam potensi pada musim tanam kedua (musim kemarau I) 2012 di seluruh Indonesia seluas 3,96 juta hektare atau 50 persen dari seluruh luas baku sawah di Indonesia. Kebutuhan benihnya sebanyak 76.764 ton dan pupuk NPK sekitar 683.883 ton. "Sebagian besar wilayah Indonesia pada musim tanam kedua atau musim kemarau pertama ini curah hujannya diprediksi bersifat normal," katanya. n Tria Dianti

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana