pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 10 Desember 2011 halaman 15
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Izin Masuk Kapal Wisata Asing Dipermudah
Jakarta | Sabtu, 10 Desember 2011
Luther Kembaren

KAPAL wisata asing mulai dipermudah masuk ke Indonesia setelah terbitnya Peraturan Presiden No.79/2011 tentang Kunjungan Kapal Wisata Asing (Yacht) ke Indonesia.

"Perpres ini ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi yacht asing berkunjung ke Indonesia," kata Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawadi dilansir Antara di Jakarta, Jumat (9/12).

Aturan itu menjadi dasar hukum yang menjamin kemudahan bagi kapal wisata asing untuk datang ke Indonesia. Pihaknya berharap aturan itu juga akan mendorong investasi masuk ke Indonesia khususnya di bidang pariwisata dan pendukungnya. "Untuk wisata bahari kita tidak perlu bicara insentif, kita butuh kemudahan," katanya.

Edy menambahkan dengan terbitnya Perpres itu dapat diibaratkan bahwa surga Indonesia sudah terbuka bagi kapal wisata asing. Pada tahun depan kunjungan yacht ke 18 pintu masuk pelabuhan di Indonesia akan mencapai 1.000 kapal dan diharapkan menjadi 2.000 kapal pada 2013.

Pada tahun ini, kapal wisata asing yang masuk ke Indonesia mencapai kisaran 400 kapal. "Sudah banyak investor yang tertarik di antaranya dari Singapura, Malaysia, Thailand, Selandia Baru, Australia, dan Finlandia. Mereka tertarik untuk investasi di dermaga, operator, atau kegiatan wisata," katanya.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Firmansyah Rahim mengatakan, dengan terbitnya Perpres itu diharapkan kunjungan yacht ke Indonesia akan meningkat. "Diharapkan ini akan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian di wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, dan perairan pedalaman di wilayah Indonesia," katanya.

Isi Perpres itu mengatur tentang kemudahan dalam proses permohonan dan pemberian di bidang Clearance and Approval for Indonesia Territory (CAIT), kepelabuhan, kepabeanan, keimigrasian, dan karantina untuk kapal wisata asing beserta awaknya bila masuk dan keluar melalui 18 titik pelabuhan.

Firman menjelaskan, dukungan fasilitas bagi yacht asing berupa penyiapan alur pelayaran, pembangunan marina atau terminal khusus kapal, pembangunan dermaga, pemasangan sarana bantu navigasi pelayaran, kemudahan untuk fasilitas perawatan, perbaikan, dan fasilitas kemudahan lain sesuai kebutuhan.

Pemilik Marina Batavia Ari Bastaman mengatakan investasi di bidang marina merupakan investasi jangka panjang yang prospektif. "Kami sendiri sudah investasi sejak 2001 mengembangkan lahan kritis di wilayah Sunda Kelapa dan saat ini Marina Batavia memiliki kapasitas tampung 130 kapal dengan total investasi sekitar Rp60 miliar," katanya.

Pada masa mendatang pihaknya akan mengembangkan kapasitas menjadi 300 kapal karena bisnis di bidang itu dinilainya prospektif setelah terbitnya Perpres No.79/2011 tentang Kunjungan Kapal Wisata Asing ke Indonesia. Luther Kembaren

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana