pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 05 November 2011 halaman 15
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Perkebunan Karet di Sumut Perlu Peremajaan
Medan | Sabtu, 05 November 2011
Luther Kembaren

Sekitar 30 persen dari jumlah 566 ribu hektare perkebunan karet di Sumatera Utara butuh peremajaan untuk mendapatkan produksi getah yang lebih banyak untuk memenuhi industri pengolahan.

"Ada 30 persen atau sekitar 170 ribu hektare yang perlu diremajakan," kata Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara (Sumut) Aspan Sofian Batubara dalam rapat koordinasi kebijakan perkebunan dilansir Antara di Medan, Jumat (4/11).

Kondisi saat ini, kata Aspan, perkebunan karet di Sumut hanya mampu menghasilkan getah sekitar 460 ribu ton per tahun. Padahal, dengan keberadaan sejumlah perusahaan pengolahan di Sumut, sedikitnya dibutuhkan 800 ribu ton karet agar industri yang dijalankan berjalan lancar. Namun dalam kenyataannya, peningkatan produksi dari 460 ribu ton per tahun tersebut sulit dilakukan karena banyak perkebunan karet yang sudah tua.

Karena itu, pihaknya mengharapkan pemerintah pusat dapat membantu proses peremajaan perkebunan karet di Sumut yang dibutuhkan meningkatkan produksi dan melayani berbagai industri di daerah tersebut. Bahkan, kata Aspan, untuk membantu meningkatkan produksi nasional, pemerintah dinilai perlu melakukan suatu gerakan nasional revitalisasi perkebunan karet secara nasional. "Jika perkebunan di Sumut diremajakan, diperkirakan produksi karetnya bisa meningkat sekitar 136 ribu ton per tahun," katanya.

Standar Rendeman TBS Dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian itu, Aspan juga mengharapkan pemerintah segera menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) tentang penetapan standar rendeman tandan buah segar (TBS). Luther

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana