pencarian berita:
Jurnal Nasional - Selasa, 25 Oktober 2011 halaman 15
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Kementan Tekan Susut Hasil Panen
Jakarta | Selasa, 25 Oktober 2011
Luther Kembaren

KEMENTERIAN Pertanian menargetkan pengurangan susut hasil panen (loses) menjadi 1,25 persen atau penyelamatan sekitar 925 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) dari total perkiraan produksi sebanyak 74 juta ton GKG.

Direktur Pascapanen Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Dadih Permana mengatakan target penurunan susut hasil panes (loses) sebesar 1 persen akan menjadi 1,25 persen dengan anggaran 2012. "Tahun ini target save satu persen turunkan susut hasil dari panen sampai menjadi beras (loses), sedangkan tahun depan target susut hasil menjadi 1,25 persen," katanya ditemui sebelum Rapat Kerja Komisi IV di Jakarta, Senin (24/10).

Menurut dia, target tersebut akan dicapai lewat pembangunan sistem teknologi pengelolaan pascapanen untuk komoditas utama tanaman pangan terutama padi.

Selain padi, Kementan juga berupaya menekan angka loses di enam tanaman pangan lainnya antara lain, jagung, kedelai, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, dan ubi kayu. Tujuh komoditas ini dianggap paling besar angka loses-nya.

Dari survei BPS tahun 2007, angka susut hasil padi mencapai 10,82 persen, namun data Kementerian mencatat hingga saat ini angka susut hasil sudah mencapai 13 persen yang hilang. "Ini dikarenakan petani masih menggunakan teknik tradisional sehingga masih banyak gabah hilang saat digiling atau dikeringkan," katanya.

Dia berharap diterapkannya sistem teknologi pengelolaan ini, para petani bisa memanfaatkan teknologi di bidang pascapanen seperti penggunaan alat sabit bergerigi, drier, dan power treasure. "Sabit bergerigi digunakan untuk mempercepat proses panen, drier untuk pengeringan, dan power treasure untuk proses perontokan padi," katanya.

Namun sayang, kata dia, di beberapa daerah seperti Karawang masih sulit menerima teknologi tersebut karena dikhawatirkan akan menghilangkan tenaga buruh tani yang bekerja saat pascapanen. "Budaya juga kami perhatikan, bagaimana agar bisa alat tersebut masuk ke sana," katanya.

Nantinya, alat-alat tersebut akan dibagikan pada petani di 11 sentra produksi padi seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan berbentuk paket bantuan pascapanen dan mengintensifkan lahan seluas 185 ribu hektare. "Ada drier-nya, ada sabit lengkap satu paket kami berikan. Untuk tahun depan ada sekitar 1.388 unit power tresaure dan 822 unit drier akan diberikan," kata dia.

Pada tahun ini, katanya, pemerintah mengalokasikan dana sebanyak Rp56 miliar untuk investasi alat pertanian. "Tahun ini belum tahu berapa investasi untuk alat pertanian," katanya. n Tria Dianti

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana