pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 11 Mei 2013 halaman 14
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Waktu Tunggu Haji DIY 13 Tahun
Yogyakarta | Sabtu, 11 Mei 2013
Timur Arif Riyadi

ANIMO masyarakat untuk bisa berangkat menjalankan ibadah haji terus meningkat tiap tahun. Bahkan daftar waktu tunggu (waiting list) calon jamaah haji di Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat hingga tahun 2026 atau selama 13 tahun ke depan.

Nurohman, Kepala Seksi Sistem Informasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama DI Yogyakarta menjelaskan dari kuota yang tersedia daftar waktu tunggu itu pun kini hanya tersisa 132 kursi dari total kuota sebanyak 3068 kursi.

"Memang animo masyarakat untuk naik haji terus bertambah tiap tahun. Kabupaten Sleman misalnya tiap hari bisa ada 20-an pendaftar," kata Nurohman di sela acara Review Tahunan Siskohat dengan BPS-BPIHYogyakarta, Jumat (10/5) .

Terkait dengan biaya keberangkatan, setelah adanya optimalisasi dana haji, disebutkan ongkos naik haji mengalami penurunan. Besaran biaya ongkos naik haji 2013 sebesar US$3.542 atau turun sekitar US$75 jika dibandingkan tahun lalu.

Sejumlah komponen biaya disebutkan tahun ini mengalami penurunan seperti untuk biaya pemondokan dan ongkos transpor. "Berbekal tata kelola yang terus dibenahi, pelayanan haji diharapkan bisa lebih optimal ke depan," katanya.

Anggito Abimanyu, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama menyatakan pemerintah kini berupaya terus memperbaiki layanan haji. Salah satunya, mengoptimalkan pengelolaan dana haji yang terkumpul.

Ada dana outstanding sebesar Rp45 triliun di 2012 yang terus meningkat, kini mencapai Rp54 triliun. Peningkatan mencapai Rp10 triliun terjadi dalam waktu yang cukup singkat yaitu selama 1 tahun dengan total pendaftar dari 1,9 juta orang menjadi 2,4 juta.

"Ini kecenderungan yang baik. Kita terus upayakan layanan, pembinaan petugas sejak dari pendaftaran, petugas embarkasi hingga jamaah kembali ke Tanah Air. Mulai dari hal yang sederhana," kata Anggito Abimanyu

Soal layanan, Anggito menyatakan ingin melakukan training karakter petugas haji, sertifikasi petugas juga travel haji. Satu fokus dalam waktu dekat upaya melakukan reformasi keuangan haji yang menyeluruh dengan perbaikan sistem layanan.

Sejumlah poin reformasi sistem di antaranya, soal pengaturan bank penerima setoran (BPS), migrasi dana haji dari bank konvensional ke bank syariah, menentukan bank koordinator, investasi dana haji.

"Tahun lalu kami masih temukan adanya perbedaan data dengan imigrasi, sistem mereka tak bisa identifikasi paspor haji akibatnya terjadi over shooting dan deviasi yang cukup jauh," katanya. n Much Fatchurochman

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana