pencarian berita:
Jurnal Nasional - Selasa, 16 Oktober 2012 halaman 14
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Festival Dangkong Dance Unjuk Kesenian Negeri Jiran
Karimun | Selasa, 16 Oktober 2012
Timur Arif Riyadi

GAYANYA rancak. Alunan musik khas Melayu menggiring semangat para penari. Dibalut baju kurung, menjadikan tarian joget Pahang menjadi lebih harmonis. Joget Pahang dibawakan Teater Syahira. Sebuah tarian asal Pahang Malaysia. Mengungkap tentang eksisnya peradaban Melayu di tengah derasnya kemajuan zaman.

Tak ayal, Joget Pahang menyergap daya kagum ribuan penonton yang menghadiri acara Festival Dangkong Dance.

Joget Pahang hanyalah satu dari puluhan seni tari dan budaya, dalam gelaran Festival Dangkong Dance Karimun. Festival yang digelar oleh pemerintah Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau, menyambut hari jadinya.

Akhir pekan lalu (13/10) memang menjadi hari istimewa bagi Kabupaten Karimun Kepri. Pasalnya, selain Joget Pahang, sejumlah tim kesenian lain dari Singapura , Malaysia dan tuan rumah menyemarkkan Festival Dangkong Dance.

Penampilan kesenian dua negeri seberang itu memukau ribuan penonton yang memadati pelataran Panggung Rakyat Putri Kemuning, Coastal Area Tanjung Balai Karimun.

Penonton dari berbagai penjuru Pulau Karimun Besar dengan dominasi kaum ibu bertahan hingga larut malam menyaksikan agenda kepariwisataan tahunan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun.

Kelompok seni Singapura yang tampil di antaranya Majelis Pusat Kirana Seni yang menyuguhkan tari pergaulan menggambarkan tingkah polah bujang dan dara Melayu, diiringi musik ghazal khas Melayu berupa rentak irama harmonium, tabla, biola, rebana, gendang dan gitar.

Kemudian, Teater Tari Naim dan Teater Era Dance mempersembahkan joget cinta damai dengan lenggang-lenggok beberapa pasang penari zapin yang mendeskripsikan kemurnian cinta tanpa sengketa muda-mudi Melayu.

Suasana makin semarak tatkala tim kesenian Malaysia, Lembayung Seni Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin menyuguhkan tari sobak dengan rentak zapin yang dikreasikan dengan tarian kontemporer.

Kemudian, tim kesenian Wanita Bere Negeri Sembilan mempersembahkan tari piring, sebuah kesenian yang diwariskan para perantau asal Minangkabau Sumatra Barat yang dipadu dengan tarian Melayu.

Selanjutnya, grup kesenian Majelis Pusat Pembelajaran Batu Pahat Johor tampil dengan perpaduan tari zapin dan tari serampang dua belas dengan gaya kocak beberapa muda-mudi yang bergaul santun sebagai cerminan adat istiadat Melayu.

Tak kalah menariknya, Majelis Pusat Kebudayaan Daerah Negeri Sembilan juga mempersembahkan tarian joget dan tarian sosial yang juga menceritakan kehidupan penuh cinta muda-mudi Melayu.

Selain tim kesenian negeri jiran, festival makin semarak dengan tampilnya tim kesenian dari Provinsi Riau, Kepulauan Riau dan Jambi.

Grup kesenian dari Riau yaitu Sanggar Citra Sebati asal Kabupaten Indragiri Hilir yang menampilkan tari pergaulan, Sanggar Tuah Betong Kota Dumai dengan tari enceh topeng yang menampilkan gerakan kocak pasangan penari menggunakan topeng.

Kemudian, Sanggar Tameng Sari dari Pekanbaru menampilkan tari pergaulan bujang dan dara, Sanggar Tuah Selat Kabupaten Meranti dengan tari gelek putri dan grup kesenian Forum Peduli Riau yang menyuguhkan tarian batobok asal Kuantan Singingi yang menceritakan proses menanam dan menuai padi.

Sedangkan tim dari Kepri yaitu Sanggar Tuah Keledang asal Tanjungpinang dengan joget pesona rindu dan tim tuan rumah yaitu Sanggar Saujana yang mempersembahkan tari lenggang perut.

Tarian lenggang perut mengundang tawa penonton karena disuguhkan dengan gerak-gerik kocak penari yang menggambarkan seorang wanita yang sedang hamil tujuh bulan yang menggerakkan tubuhnya untuk meluruskan kandungan sehingga tidak kesulitan saat melahirkan.

Kemudian, Sanggar Teratai Indonesia dari Jambi yang juga menampilkan tarian pergaulan muda-mudi Melayu.

Bupati Karimun Nurdin Basirun yang menyaksikan festival hingga selesai mengatakan, kehadiran tim kesenian dari Singapura dan Malaysia dapat mempererat jalinan silaturahmi budaya Melayu serumpun. Selain itu ia juga mengapresiasi kehadiran tim kesenian dua negeri jiran, sebab pada dasarnya hubungan emosional antara masyarakat setempat dengan warga kedua negara sangat erat.

"Kami mengapresiasi kedatangan tim kesenian dari dua negeri jiran. Saling bertukar budaya melalui festival akan mempererat silaturrahmi meski berbeda negara," katanya.

Dia mengatakan, Festival Dangkong Dance merupakan ajang melestarikan budaya Melayu sekaligus memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Karimun yang jatuh pada 12 Oktober 2012.

"Kami dengan senang hati untuk melakukan kunjungan kesenian balasan jika diundang dalam pertunjukan kesenian Melayu di Singapura dan Malaysia," ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun Suryaminsyah mengatakan, festival tersebut digelar hingga Minggu (14/10) dengan diikuti 18 tim kesenian.

"Festival ini tidak hanya untuk melestarikan kesenian Melayu sebagai khazanah budaya bangsa, tetapi juga menjadi ajang promosi wisata budaya Karimun," kata Syuryaminsyah. Ant

Quote : Dari gaya bergaul muda-mudi, hingga tarian kocak menceritakan ibu hamil, disuguhkan dalam acara ini

close
Karimun

upper deck : Eksistensi kesenian melayu; Malaysia, Singapura dan Indonesia ditampilkan dalam gelaran ini

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana