pencarian berita:
Jurnal Nasional - Sabtu, 04 Agustus 2012 halaman 14
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Perusahaan Tambang di Sultra Mulai Gulung Tikar
Kendari | Sabtu, 04 Agustus 2012

Sejumlah perusahaan tambang di Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai bertumbangan menyusul pemberlakuan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.7/2012 tentang Larang Ekspor Ttambang dalam Bentuk Mentah.

Sejumlah perusahaan yang gulung tikar tersebut hanyalah perusahaan tambang yang melakukan pengerukan terhadap tanah yang mengandung mineral tambang seperti, nikel kemudian melakukan penjualan biji nikel mentah ke luar negeri. Perusahaan ini sama sekali tidak memiliki pabrik pengolahan seperti yang dipersyaratkan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah. Sehingga ketika kebijakan pelarangan ekspor tambang dalam bentuk mentah dilarang, mereka pun tidak bisa lagi beroperasi dan terpaksa berhenti operasi.

Salah satu perusahaan tambang yang terpaksa hengkang tersebut adalah PT Triple Eight yang beroperasi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Perusahaan tersebut telah memberhentikan setidaknya 113 karyawannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra Ilham Latief mengungkapkan, perusahaan ini merupakan yang pertama kali memberhentikan karyawannya sebagai dampak dari penerapan Permen ESDM No 7/2012 tersebut. "Perusahaan ini pula yang meminta agar permen tersebut ditinjau ulang," katanya.

Kini, pihak dinas tenaga kerja sedang berupaya memediasi pemberian pesangon terhadap karyawan yang diberhentikan tersebut.

Sementara itu, dari Kabupaten Konawe Utara, salah satu daerah pusat pertambangan nikel di Sultra, pemerintah daerah setempat telah melakukan pemberhentian seluruh aktivitas terhadap PT Stargate menyusul mangkirnya perusahaan tersebut dalam menunaikan tanggungjawabnya berupa pembayaran retribusi atas 40 kali pengapalan biji nikel. Ini merupakan perusahaan ketiga yang ditutup paksa oleh Pemkab Konut atas kasus mangkirnya perusahaan tambang ini terhadap kewajiban terhadap daerah.

Wakil Bupati Konut Ruksamin mengungkapkan, penutupan itu akan terus berlangsung jika perusahaan tidak melakukan klarifikasi terhadap kewajiban mereka. Sebelumnya, pihak PT Stargate bersikukuh bahwa mereka telah menunaikan kewajiban terhadap pemerintah. Meskipun demikian, mereka mengakui bahwa mereka belum mengantongi izin jaminan eksplorasi. Andi Syahrir

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana